Home / Berita / Internasional / Eropa / Rusia Semakin Perangi Syiar-syiar Keislaman

Rusia Semakin Perangi Syiar-syiar Keislaman

Muslim Rusia sedang melaksanakan ibadah shalat. (almoslim)
Muslim Rusia sedang melaksanakan ibadah shalat. (almoslim)

dakwatuna.com – Moskow. Sudah sejak lama pemerintah Rusia melakukan perang terhadap syiar-syiar keislaman. Padahal jumlah umat Islam di negara itu mencapai 25 juta jiwa.

Perlakuan diskriminatif Rusia terhadap umat Islam dimulai dengan larangan mengenakan hijab di sekolah dan perguruan tinggi. Larangan tersebut kemudian berkembang dengan mulai maraknya aksi kekerasan yang dialami para muslimah berhijab di kota-kota besar.

Banyak muslimah berhijab yang mendapatkan perlakuan rasis di tempat-tempat umum dan alat transportasi. Mereka juga sangat kesulitan mendapatkan pekerjaan karena diperlakukan secara diskriminatif.

Pemerintah juga melarang beredarnya buku-buku keislaman, dengan dalih memprovokasi terjadinya aksi terorisme. Anehnya, di antara buku yang masuk black list adalah buku Shahih Bukhari dan buku-buku doa Rasulullah saw.

Seperti dilansir Almoslim, Senin (3/11/2014), Dhamir Muhyi Dinov, wakil ketua kantor kerohanian Muslim Rusia bagian Eropa, mengatakan, “Kami akan terus memperjuangkan hak-hak kami. Seperti dulu saat kami memperjuangkan Muslimah diperbolehkan tetap mengenakan hijab dalam foto kartu kependudukan. Kalau mengenakan hijab dilarang, seharusnya mengenakan salib juga dilarang. Karena salib adalah salah satu syiar Kristen. Negara tidak boleh diskriminatif terhadap agama tertentu saja.” (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

PM Rusia, Dmitry Medvedev dan PM Israel Benyamin Netanyahu. (aljazeera.net)

Rusia dan Israel Sepakat Terkait Nuklir Iran

Organization