Home / Pemuda / Essay / Cinta Dalam Janji Suci

Cinta Dalam Janji Suci

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

menikahdakwatuna.com  – Siapa yang tidak mengenal cinta? Ya… cinta adalah 5 kata yang penuh arti. Ada senang, susah, sedih, sakit, galau, semua bercampur menjadi satu. Cinta, adalah ungkapan kata yang sering diungkapkan oleh sepasang kekasih yang menjalin hubungan spesial.

Zaman sekarang sepasang kekasih sering sekali mengumbar kata-kata cinta, mereka menganggap bahwa dengan cinta lah hidup mereka mempunyai arti. Dalam Islam tidak diharamkan baik perempuan maupun laki-laki untuk saling mencintai, tapi menjalankannya tidak dengan cara berpacaran melainkan langsung membawanya ke arah serius dengan mengucapkan janji suci sehidup semati di depan masing-masing keluarga mereka.

Islam sangat mengharamkan umatnya untuk melakukan pacaran, apalagi bagi anak muda yang masih duduk di sekolah menengah pertama (SMP). Saat ini sering sekali kita lihat anak SMP sudah mempunyai pasangan bahkan mereka selalu memamerkan kemesraan mereka di depan banyak orang, seperti tidak merasa bersalah bahwa perbuatan mereka itu dilarang oleh agamanya.

Islam mengajarkan kepada umatnya untuk berpacaran setelah menikah, dan mengharamkan kepada umatnya untuk berpacaran sebelum menikah. Alangkah baiknya jika sepasang orang yang saling mencintai melakukan ta’aruf daripada harus menjalakan hubungan mereka dengan berpacaran.

Orang-orang yang memutuskan untuk berpacaran itu berarti mereka sepakat untuk menghalalkan semuanya seperti berpegangan tangan, berciuman dan lain sebagainya. Karena jika ada salah satu pasangan yang sedang berduaan di tempat sepi itu akan ada orang ketiga yaitu “setan”. Hal ini lah yang menyebabkan bahwa pacaran itu sangat tidak boleh dilakukan!

Sudah jelas terbukti dalam hadits bahwasanya tidak boleh ada umatnya yang berpacaran. Muhammad Rasulullah Shalallahu A’laihi Wasallam Bersabda: “Sekali-kali tidak boleh seorang lelaki, menyepi berduaan dengan wanita yang tidak dihalalkan bagi dirinya, apabila tidak disertai dengan muhrimnya, karena yang ketiganya adalah Setan” (HR. Amir bin Robi’ah).

Cinta akan lebih terasa indahnya jika sudah terikat dengan janji suci, kita boleh dengan bebas mencintai orang yang kita cintai dan kita sayangi. Karena orang yang benar-benar mencintai kita itu akan langsung membawa kita ke arah yang lebih serius lagi daripada membawa ke arah maksiat dan dosa.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Rianita Agustina
Mahasiswi semester 3 di Politeknik Negeri Jakarta. Asli tinggal di Sukabumi.

Lihat Juga

Ilustrasi. (arinarizkia.wordpress.com)

Jika Allah Telah Memilihkan Jodohmu..