Home / Berita / Nasional / Hidayat Minta Pemerintah Fokus Bekerja, Jangan Ikut Berpolemik Adanya DPR Tandingan

Hidayat Minta Pemerintah Fokus Bekerja, Jangan Ikut Berpolemik Adanya DPR Tandingan

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid. (ROL)
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid. (ROL)

dakwatuna.com –  Jakarta. Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengatakan DPR telah menjalankan segala ketentuan di Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) dalam proses pemilihan pimpinan komisi maupun alat kelengkapan dewan. Sehingga, pemerintah semestinya tak perlu ikut berpolemik dengan adanya DPR tandingan versi Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

“UU ini sudah disetujui Mahkamah Konstitusi. Inilah yang ditunggu kenegarawanan bergabung bersama DPR secara legal,” kata Hidayat kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (3/11). Semestinya, lanjut Hidayat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan para menterinya untuk bekerja sama dengan DPR.

Mantan Ketua Fraksi PKS itu juga menolak istilah “pimpinan DPR sementara” yang diajukan KIH. Hidayat mengungkapkan, istilah DPR tandingan tidak terdapat dalam aturan tata tertib DPR. Sebab menurut tata tertib, pimpinan DPR sementara harus diisi oleh anggota DPR temuda dan tertua sebelum pimpinan DPR definitif terpilih.

“Mereka (KIH) tidak mau disebut DPR tandingan, tapi DPR sementara. Itu tidak ada dalam terminologi baku,” tegasnya.

Hidayat mengatakan, Presiden Jokowi suka tidak suka sudah mengakui Setya Novanto, Fahri Hamzah, Agus Hermanto, Taufik Kurniawann dan Fadli Zon sebagai pimpinan DPR yang sah.

“Buktinya, Jokowi sudah mengirim surat resmi kepada pimpinan DPR tersebut untuk meminta pertimbangan tentang pengubahan nomenklatur kabinet,” pungkas Legislator PKS dari dapil DKI Jakarta II yang meliputi luar negeri, Kodya Jakarta Pusat dan Kodya Jakarta Selatan ini. (abr/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abdul Rohim
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Rohingya

DPR Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas atas Insiden Kekerasan di Rohingya