Home / Berita / Nasional / Kejahatan Genosida Israel Menyasar Perempuan dan Anak-anak Palestina

Kejahatan Genosida Israel Menyasar Perempuan dan Anak-anak Palestina

SALAM UI mengadakan diskusi bertajuk "Kemerdekaan Palestina dan Sanksi Internasional untuk Israel", Sabtu (01/11/14).   (HA/PAHAM)
SALAM UI mengadakan diskusi bertajuk “Kemerdekaan Palestina dan Sanksi Internasional untuk Israel”, Sabtu (01/11/14). (HA/PAHAM)

dakwatuna.com – Jakarta.  Rangkaian kejahatan kemanusiaan dan genosida di Palestina telah menggugah kepedulian sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia untuk mengadakan diskusi bertajuk “Kemerdekaan Palestina dan Sanksi Internasional untuk Israel” pada Sabtu (01/11/14). Kegiatan yang diinisiasi oleh SALAM UI ini menghadirkan Sylviani Abdul Hamid, Sekretaris Jenderal Pusat Advokasi Hukum & Hak Asasi Manusia (PAHAM) INDONESIA sebagai fasilitator.

Dalam diskusi tersebut Sylviani menyampaikan bahwa genosida terhadap bangsa Palestina telah terjadi sejak puluhan tahun lalu bersamaan dengan pencaplokan tanah Palestina oleh Israel. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa serangan Israel terhadap bangsa Palestina dewasa ini ditujukan kepada perempuan dan anak-anak. Tujuannya tiada lain kecuali untuk menghabiskan keturunan bangsa Palestina. Tidak hanya itu, Israel juga menghancurkan bangunan dan fasilitas-fasilitas umum, seperti kampus dan rumah sakit. Bahkan dalam serangnya, Israel sudah menggunakan white phosphorus yang dilarang hukum perang internasional, tuturnya.

Sylviani menambahkan bahwa Israel harus “digiring” untuk diadili di Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court) meskipun Israel dan Palestina sama-sama belum meratifikasi Statuta Roma tahun 1998. “Israel harus diadili di ICC, mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya atas nama penghormatan HAM dan perdamaian dunia”, tegasnya. Ketika ditanya bagaimana peluangnya mengadili Israel di ICC, ia menuturkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin, dengan adanya usaha yang terus menerus dan desakan masyarakat internasional, Israel bisa diadili di ICC melalui kewenangan Dewan Keamanan PBB.

Di sela-sela akhir diskusi, Sylviani menyampaikan pengalamannya ketika berada di Gaza pada tahun 2010, beliau bergabung dalam rombongan Viva Palestin 5. Sylvi mengatakan bahwa di tengah kekejaman genosida yang dilakukan oleh Israel, ternyata banyak wanita Palestina yang melahirkan anak kembar 3 atau lebih dalam sekali persalinan. “Subhanallah, di Gaza saya bertemu wanita yang akan melahirkan anak kembar 3, bahkan itu kehamilan kembar yang ke-3 kalinya. Inilah salah satu pertolongan Allah”, takjubnya.

Dalam akhir penyampaiannya, Sylviani mengajak kepada peserta untuk terlibat dalam mengkampanyekan kepedulian kepada bangsa Palestina, diantaranya dengan ikut aktif melakukan diseminasi genosida di Palestina dan melakukan boikot produk-produk Israel. “Tidak hanya uang yang bisa kita beri untuk bangsa Palestina, hal kecil apapun yang kita kontribusikan untuk bangsa Palestina, pasti bermanfaat”, pungkasnya. (HA/PAHAM/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 9,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Talk Show Palestine Solidarity Day di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (aspacpalestine.com)

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina