Home / Berita / Nasional / Gelar Munas dan Konbes, PBNU Soroti Pemberdayaan Ekonomi Rakyat

Gelar Munas dan Konbes, PBNU Soroti Pemberdayaan Ekonomi Rakyat

Munas dan Konbes PBNU : Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) di dampingi Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj (kiri), Rois Aam PBNU Ahmad Mustofa Bisri (tengah) saat  pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2014 di Kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (1/11). Forum tersebut di hadiri oleh jajaran PBNU serta pengurus se Indonesia. (PUTU WAHYU RAMA/RM/RMOL)
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) di dampingi Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj (kiri), Rois Aam PBNU Ahmad Mustofa Bisri (tengah) saat pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2014 di Kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (1/11). (PUTU WAHYU RAMA/RM/RMOL)

dakwatuna.com – Jakarta. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU yang diselenggarakan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu-Ahad (1-2/11). Acara yang diikuti para utusan Pengurus Wilayah NU (PWNU) seluruh Indonesia ini akan menyoroti berbagai isu keagamaan, kenegaraan, kemasyarakatan, hingga internal organisasi. Antara lain, hukum aborsi kedaruratan medis dan hamil akibat perkosaan, kode etik penyiaran agama, radikalisme agama, serta negara dalam pandangan ahlussunah wal jamaah.

Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla (JK) berkesempatan membuka Munas PBNU tersebut. Pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk oleh sang wakil presiden.

Dalam sambutannya, JK mengapresiasi peran para ulama yang dinilai sukses menjaga keharmonisan bangsa Indonesia yang beragam. Selain itu, JK juga berterima kasih kepada segenap warga NU yang turut menciptakan suasana aman dan kondusif pascapileg dan pilpres kemarin yang sempat menegangkan.

“Alhamdulillah, para kiai NU konsisten menjaga dan menciptakan suasana damai di tengah perbedaan suku, agama, keyakinan, ideologi, golongan yang membentuk NKRI sebagai negara besar,” katanya.

Ia juga mendorong NU tak hanya fokus pada urusan ubudiyah, melainkan juga hal-hal lain, khususnya pemberdayaan ekonomi. “Ini sesuai dengan doa kita, kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Harus ada keseimbangan antar keduanya,” ujarnya.

Wakil presiden yang baru saja dilantik ini menilai, pemberdayaan manusia juga harus dilakukan oleh NU, sebab banyak kader NU yang bekerja sebagai petani dan nelayan.

“Ada dua masalah yang menimbulkan konflik di Indonesia ini. Yaitu keadilan yang bersangkutan dengan kesenjangan ekonomi, dan kedua adalah ideologis. Masalah keadilan ini, khususnya masalah ekonomi, semoga NU bisa berkontribusi dan membantu pemerintah menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya. (cha/rol/abr/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 6,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abdul Rohim
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Terkait Putusan IPT 1965, PBNU: Itu Pengadilan Partikelir, Abaikan Saja

Organization