Home / Keluarga / Pendidikan Keluarga / Mempersiapkan Diri Menjadi Istri bagi Mahasiswi (Bagian ke-1: Kesehatan)

Mempersiapkan Diri Menjadi Istri bagi Mahasiswi (Bagian ke-1: Kesehatan)

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (flickr.com/photos/muslimpage)
Ilustrasi. (flickr.com/photos/muslimpage)

dakwatuna.comBanyak hal yang harus dipersiapkan untuk menjadi seorang istri yang baik. Istri yang baik ternyata belum cukup. Karena agar dapat menjadi istri yang selalu dicintai suami, harus dapat menjadi istri yang dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Kebutuhan rumah tangga tersebut di antaranya harus dapat memenuhi gizi yang baik dan rumah yang nyaman untuk keluarga. Untuk dapat memenuhi kedua hal tersebut, diperlukan tubuh yang sehat dan bugar. Dalam hal ini akan dibahas bagaimana caranya agar dapat menjadi perempuan yang bertubuh sehat agar siap menjadi istri yang dibanggakan oleh suami dan ibu yang baik untuk anak-anaknya

  1. Olahraga Teratur

Coba kita ingat-ingat, kapan kita terakhir kalinya berolahraga? Jangan-jangan pada waktu kita masih duduk di bangku SMA. Berolahraga itu sangat banyak kegunaannya. Salah satunya agar kita dapat awet muda dan kuat melakukan banyak aktivitas. Tugas istri dan ibu itu sangat banyak dan tidak ada habisnya. Maka dari itu dibutuhkan tenaga yang banyak yang hanya bisa dihasilkan dari tubuh yang sehat dan bugar. Caranya? Berolahraga rutin, paling tidak seminggu sekali. Tidak perlu yang berat-berat atau yang menyusahkan. Lari pagi atau bersepeda juga sudah cukup untuk menjaga kebugaran tubuh, asal dilakukan secara teratur dan membuat tubuh berkeringat. Para mahasiswi rata-rata kebanyakan malas berolahraga. Kebanyakan beralasan karena tugas yang banyak dan tidur yang kurang pada malam hari. Padahal olahraga sangat dibutuhkan untuk para anak kuliahan yang kebanyakan memiliki gaya hidup tidak sehat. Tipsnya, lari pagi setelah ibadah shalat subuh minimal setengah jam sebelum mempersiapkan diri untuk ke kampus.

  1. Minum Air Putih

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa minimal untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh manusia setiap hari adalah minum 8 gelas air putih setiap hari. Hal ini, sudah menjadi kewajiban karena apabila kekurangan cairan, maka tubuh kita banyaak menimbulkan reaksi yang banyak merugikan diri kita sendiri. Terutama kita sebagai perempuan. Reaksi yang dapat ditimbulkan apabila kekurangan cairan antara lain adalah dehidrasi. Dehidrasi mengakibatkan tubuh menjadi lemas, sehingga kita menjadi tidak bertenaga ketika menjalankan tugas rumah tangga, termasuk melayani suami dan buah hati kita. Selain itu kekurangan cairan dapat membuat kulit kering dan cepat keriput. Tentunya kita harus memelihara anugerah kecantikan yang diberikan Allah dan juga agar lebih dicintai suami. Kebanyakan mahasiswi yang merupakan calon istri dan ibu untuk di masa mendatang malas untuk banyak minum air putih. Rata-rata lebih suka minum soft drink atau minuman lainnya dikarenakan alasan lebih murah dan lebih menyegarkan dibanding minum air putih. Tipsnya, membawa air putih dalam botol agak besar dari rumah. Mungkin tas akan lebih terasa berat, tetapi ada tiga keuntungan di dalamnya.

Pertama, kita akan dapat menghemat pengeluaran kita, karena biasanya air minum dalam kemasan botol harganya lebih mahal. Kedua, kita akan terbiasa minum air putih yang cukup, karena mau tidak mau kan, tas kita seharian berat karena airnya tidak diminum. Ketiga, kita telah menjalankan salah satu kegiatan Go Green, yaitu aksi menjaga bumi kita dengan cara mengurangi sampah plastik dari air minum kemasan.

  1. Menjaga kesehatan organ kewanitaan

Organ kewanitaan adalah daerah paling sensitif. Selain paling sensitif, organ kewanitaan juga merupakan tempat yang nyaman bagi berbagai macam kuman untuk tinggal dan berkembang biak. Untuk menjaga organ kewanitaan kita agar terhindar dari kuman yang betah bersarang, ada beberapa hal-hal yang perlu dilakukan. Hal-hal tersebut di antaranya mengganti pembalut tidak pada saat ketika pembalut sudah “penuh”. Jika hal tersebut terjadi, maka organ kewanitaan kita menjadi lembab dan dapat menjadi sarang yang nyaman untuk tumbuhnya bibit penyakit. Selain itu menjaga celana dalam kita selalu dalam kondisi bersih dan kering. Para mahasiswi sering luput dari hal ini.

Ada tips nya untuk hal ini. Pertama, pilih bahan untuk celana dalam yang terbuat dari katun, agar dapat dengan mudah menyerap keringat. Kedua, cuci celana dalam dan jemur hingga kering. Biasanya para mahasiswi memaksakan mengangkat jemurannya ketika masih dalam keadaan lembab, terutama pada saat musim hujan. Sebaiknya hal ini jangan dilakukan. Karena dalam keadaan lembab, memberikan peluang yang baik bagi kuman-kuman untuk berkembang biak. Yang terakhir, selalu menyetrika celana dalam. Mahasiswi rata-rata malas melakukan ini, terutama yang tinggal di tempat kos. Mengapa harus menyetrika? Karena menyetrika dapat membunuh kuman yang menempel di celana dalam kita sewaktu dijemur.

  1. Menjaga asupan makanan bergizi

Dahulu, ketika tahun 90an dan awal tahun milenium, orang tua kita selalu mengingatkan untuk selalu makan 4 sehat 5 sempurna. Sekarang, yang harus kita makan adalah makanan yang bergizi seimbang. Gizi seimbang susunan makanan sehari–hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal. (Sumber : http://www.kfindonesia.org/index.php?pgid=12&contentid=21). Untuk sebagian mahasiswi, terutama yang tinggal di tempat kos, memenuhi kebutuhan tubuh dengan makanan bergizi seimbang lebih merepotkan dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal itu dikarenakan, mereka berpikir untuk memenuhi makanan yang bergizi seimbang harus yang mahal dan merepotkan karena susah dicari. Makanan yang sehat tidak harus yang mahal. Tipsnya, para mahasiswi bisa memilih makan di Warung Tegal yang biasa disebut Warteg. Di warteg, biasanya tersedia berbagai macam masakan yang banyak pilihan. Ada sayur, tempe, ikan, ayam, tahu, dan terkadang menyediakan buah pisang, jeruk, atau salak. Berbagai macam makanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan makanan seimbang kita yang akan menunjang kesehatan kita. Karena, apa yang kita makan sekarang akan menentukan kesehatan kita di masa mendatang.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Anggia Lazuardiah
Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, lahir di Jakarta bulan Juli 1993. Sedang menjalani Praktek Keterampilan Mengajar di sebuah Sekolah Menengah Pertama Negeri di daerah Jakarta Timur. Mencintai dunia menulis sejak kelas V Sekolah Dasar dan begitu tergila-gila dengan buku. Mempunya hobi membaca, travelling, dan menonton.

Lihat Juga

Ilustrasi. (flickr.com/photos/muslimpage)

Berkah Dengan Satu Istri, Berkah Dengan Poligami