Home / Narasi Islam / Ekonomi / Tahun Baru Islam, Momentum Perenungan Misi Ekonom Rabbani

Tahun Baru Islam, Momentum Perenungan Misi Ekonom Rabbani

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Ekonom Rabbani, ya, istilah tersebut menjadi populer belakangan ini seiring dengan kembali populernya ekonomi Islam. Penyebutan istilah tersebut berawal dari kesadaran bahwa setiap ekonom yang benar-benar menguasai seluk-beluk ilmu ekonomi pasti memberikan output yang besar dikarenakan input yang besar pula. Maka istilah ekonom rabbani ini akan merujuk pada seorang ekonom yang mempunyai derajat tinggi dalam berislam. Derajat tersebut diperoleh dari keinginannya yang kuat untuk senantiasa berusaha mendekat pada Rabbnya.

Ekonom rabbani tidak akan benar-benar menjadi seorang ekonom rabbani jika hanya merasa ‘keren’ dengan sebutan tersebut. Menjadikan ekonom rabbani sebagai cita-cita berarti berkomitmen untuk terus berusaha mensyiarkan ekonomi Islam dengan seluruh kemampuan yang kita miliki.

Untuk itu, apa saja yang sudah kita (yang mengaku bercita-cita menjadi ekonom rabbani) lakukan selama ini untuk kembali menegakkan ekonomi Islam? Apakah cukup dengan hanya duduk di kelas mendengar dosen berbicara tentang ekonomi Islam? Apakah cukup dengan kita bergabung dengan organisasi ekonomi Islam dan terus berwacana?

Ekonomi Islam tentu tidak akan tegak jika kita hanya melakukan hal seperti itu. Langkah konkret harus benar-benar dikerjakan. Cita-cita untuk membumikan kembali ekonomi Islam juga tidak akan pernah terwujud jika kita terlena dengan wacana besar tanpa tindakan nyata. Misi ekonom rabbani untuk mengislamkan ekonomi masyarakat dan memasyarakatkan ekonomi Islam adalah proses yang harus berjalan terus menerus.

Dalam peringatan tahun baru Islam ini, banyak orang mengaitkan dengan proses hijrahnya Rasulullah. Hijrah yang membuahkan hasil untuk Islam yang bermanfaat. Maka momentum ini juga seharusnya dimanfaatkan untuk merenungkan kembali apa-apa saja wacana yang belum terencana. Kejayaan ekonomi Islam akan kembali terwujud dengan wacana yang sudah menjadi terlaksana. Buktikanlah bahwa ekonom rabbani benar-benar cita-cita mulia para pejuang muda ekonomi Islam..

Ekonom Rabbani, BISA!!

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi Program Studi Ilmu Ekonomi Islam FEUI 2013, Peserta Program Pembinaan SDM Strategis (PPSDMS) Angkatan 7.

Lihat Juga

Ilustrasi. (collegeaffairs.in)

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini