Home / Berita / Internasional / Asia / Mesir Resmi Berlakukan Zona Penyangga 400 Meter dari Perbatasan Gaza

Mesir Resmi Berlakukan Zona Penyangga 400 Meter dari Perbatasan Gaza

Militer Mesir kosongkan areal perbatasan Mesir-Jalur Gaza
Militer Mesir kosongkan areal perbatasan Mesir-Jalur Gaza (safa.ps)

dakwatuna.com – Kairo. Perdana Menteri Mesir, Ibrahim Mahlab pada hari Rabu (29/10/2014) kemarin mengatakan, bahwa pemerintah mengeluarkan keputusan membuat Zona Penyangga di Timur kota Rafah yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza, Palestina. Ide ini berdasarkan usulan dari Menteri Pertahanan Mesir, Shidqi Shubhi.

Isi dari keputusan pemerintah ini, sebagaimana yang sudah tersebar di berbagai surat kabar resmi menyebutkan, bahwa perbatasan Zona Penyangga yang sepanjang 400 m lebar penyangga di sepanjang sekitar 10 kilometer (6,2 mil) dari perbatasan dengan Gaza.

Pasal 2 dalam keputusan ini menyebutkan, bahwa wilayah tersebut harus dikosongkan dan merelokasi para penduduk Mesir yang menempati zona tersebut.

Sebelumnya presiden kudeta Mesir, As-Sisi menuduh adanya pihak luar-tidak disebutkan siapa pihak yang dimaksud-yang melakukan pembunuhan terhadap 30 orang tentara Mesir pada rentetan serangan yang terjadi pada hari Jumat lalu di kota Syaikh Zawid.

Setelah dilakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Mesir, As-Sisi mengatakan akan mengambil sikap terhadap perbatasan Gaza paska terjadinya peristiwa berdarah di utara Sinai.

Setelah pernyataan As-Sisi ini, pihak Palestina melalui kementerian dalam negeri dan keamanan sipil mengatakan, pihaknya selalu memperketat kawasan diperbatasan Gaza dan Mesir. Ini ditegaskan sebagai bukti bahwa pihak Jalur Gaza tidak memiliki hubungan sama sekali dengan kasus serangan yang terjadi di Sinai Mesir.

Kementerian Palestina ini juga mengatakan, bahwa tidak ada hubungan Gaza dengan apa yang terjadi di dalam negeri Mesir sekarang. “Adapun terkait terowongan bawah tanah yang menghubungkan ke Mesir kini sudah tidak ada lagi, kalaupun ada itu hanya tinggal sebagian, karena tentara Mesir menutupnya sejak dua tahun silam,” jelas sumber kementerian ini.

Tentara Mesir melakukan penutupan terhadap seluruh terowongan bawah tanah dari Jalur Gaza ke Mesir yang tersebar di perbatasan, tak lama setelah digulingkannya presiden Mesir, Muhammad Mursi pada tanggal 3 Juli 2013 melalui kudeta militer yang dipimpin oleh As-Sisi yang kini menjadi pemimpin Mesir. Sejak saat itu, berdasarkan sumber militer disebutkan, ada 1900 terowongan bawah tanah yang berhasil mereka tutup. (msy/sf/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 3,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Syarief
Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Lihat Juga

Aksi bakar diri akibat frustasi hadapi hidup semakin sulit. (al-marsd.com)

Kebutuhan Hidup Semakin Mahal, Seorang Warga Mesir Frustasi Dan Membakar Diri