Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Sejuta Solusi Kulit Durian untuk Meluluhkan Masalah

Sejuta Solusi Kulit Durian untuk Meluluhkan Masalah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (hazhzhy.wordpress.com)
Ilustrasi. (hazhzhy.wordpress.com)

dakwatuna.com Permasalahan dan ujian tak henti-hentinya menghiasi kehidupan ini. Semua orang pastinya sudah tak asing lagi dengan masalah, karena setiap makhluk hidup pastinya pernah mendapati masalah. Hanya saja dari mereka mempunyai penyikapan yang berbeda-beda terhadap suatu masalah. Ada yang ketika dihampiri masalah, secepatnya ia menyelesaikanya dengan bijak kemudian bertambahlah kekuatan dalam hatinya. Namun ada juga yang ketika dihampiri masalah hanya berkelu kesah dan tidak secepatnya masalah itu diselesaikan, akhirnya ia pun berada dalam keterpurukan, bahkan ada juga yang hingga depresi dan akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Sungguh menjadi hal yang tragis ketika kita mendengar ada orang yang memilih mengakhiri hidupnya karena suatu permasalahan. Sadarkah kita bahwa permasalahan dan solusi itu ibarat buah durian dan kulitnya ataupun layaknya kacang dan kulitnya. Masalah pada dasarnya selalu berdampingan dengan solusi, hanya saja solusi itu menjadi jauh karena pola pikir kita sendiri, yang menganggap masalah sangat sulit diselesaikan. Ibarat buah durian yang setelah kita memakannya akan meninggalkan bekas, yakni bau mulut yang menganggu, kita sebut saja hal ini sebagai suatu masalah. Lalu bagaimana cara kita menghilangkan bau tersebut, solusinya tidak jauh dari itu, yakni terletak pada kulit durian itu sendiri, yang mana jika kita menuangkan air ke kulit durian itu lalu kemudian meminumnya, maka bau itu akan menghilang.

Hal ini mengandung makna bahwa Allah menurunkan suatu masalah selalu berdampingan dengan solusi itu sendiri. Ingatkah kita tentang kisah Nabi Ismail AS putra dari Nabi Ibrahim AS, yang mana pada waktu itu mereka berdua berada di tengah-tengah gurun pasir yang sangat panas dalam kondisi kehausan. Hal tersebut menjadi permasalahan yang sangat, dan solusi dari permasalahan itu tiada disangka-sangka berada sangat dekat dengan masalah itu sendiri, yakni berada di samping kaki Nabi Ismail AS. Ketika itu kaki Nabi Ismail menerjang ke tanah dan kemudian dari terjangan itu muncul lah sumber air yang menjadi solusi atas rasa haus mereka.

Dari kisah tersebut dapat kita ambil teladan, bahwa tiada suatu permasalahan yang tidak dapat diselesaikan jika kita mau berusaha untuk mencari jalan kaluar. Menjadi hal yang lucu ketika seseorang hanya menunggu kapan masalahnya berakhir, namun tidak disertai dengan usaha dan juga doa untuk keluar dari permasalahan itu. Marilah kita ubah pandangan dan sikap kita akan suatu permasalahan, karena hal itu akan menentukan bagaimana masalah akan selesai dan apa yang diajarkan dari masalah itu kepada kita.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Abdul Rozak Ali M
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan Pendidikan Agama Islam. Ketua Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah dan Staff Tabligh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Lihat Juga

Praktik Riba Bukan Solusi