Home / Berita / Internasional / Asia / Dewan Fatwa Malaysia: Haram Hukumnya Rayakan Hallowen

Dewan Fatwa Malaysia: Haram Hukumnya Rayakan Hallowen

Hallowen (ilustrasi).  (sidomi.com)
Hallowen (ilustrasi). (sidomi.com)

dakwatuna.com – Kuala Lumpur.  Dewan Fatwa Malaysia menyatakan haram bagi umat Islam ikut merayakan Hallowen. Pertimbangannya, perayaan itu tidak sesuai dengan ajaran Islam.

“Sangat jelas Hallowen bertentangan dengan nilai-nilai syar’i,” demikian pernyataan resmi Dewan Fatwa Malaysia, seperti dilansir Alarabiya.net, Kamis (30/10/14).

Dewan Fatwa Malaysia juga menegaskan Hallowen merayakan orang yang telah meninggal. “Ini yang tidak bisa dirayakan umat Islam. Yang benar, untuk mengenang mereka yang telah meninggal dianjurkan memanjatkan doa atau membaca Alquran,” kata Dewan Fatwa Malaysia.

Nah seperti apa sebenarnya perayaan Halloween ini? Dan kenapa dirayakan pada malam 31 Oktober setiap tahunnya?

Dikutip dari wikipedia, kata Halloween pertama kali digunakan di abad ke-16. Kata ini merupakan varian dari kata Skotlandia yaitu All Hallows ‘Eve. Sejarawan Nicholas Rogers, yang meneliti asal-usul Halloween, mencatat Halloween berasal dari pesta Romawi untuk menghormati dewi Pomona, dewi buah-buahan dan biji-bijian.

Perayaan ini sering dikaitkan dengan festival “Samhain” dari bangsa Celtic. Kata Samhain berasal dari bahasa Irlandia Lama yang berarti “akhir musim panas”, yang menandai berakhirnya musim panen dan awal musim dingin.

Di Irlandia, orang pergi sebelum malam tiba untuk mengumpulkan makanan untuk pesta Samhain dan kadang-kadang mengenakan kostum saat melakukannya. Halloween juga diduga dipengaruhi hari-hari suci umat Kristen dari All Saints ‘Day yang dirayakan setiap 1 November.

Ini adalah hari perayaan untuk menghormati orang-orang kudus dan hari untuk berdoa bagi yang baru meninggal. Hari All Saints diperkenalkan tahun 609, namun pada awalnya dirayakan pada 13 Mei. Pada 835, harinya beralih ke tanggal 1 November atas perintah Paus Gregorius IV.

Dulu, Gereja Kristian merayakan peringatan hari ”All-Saints” atau ”All-Hallows” pada siang hari 31 Oktober, dan pada malamnya mereka merayakan ”Hallows-Eve” (Malam Suci/Keramat) atau ”Halloween”. Umat Kristen mengadopsi beberapa warisan pagan dengan tetap meyakini bahwa pada malam tersebut, orang-orang mati berjalan diantara mereka dan para penyihir terbang berseliweran di tengah-tengah mereka.

Jadi, perayaan hari Halloween sebenarnya adalah perpaduan perayaan kaum pagan dan Kristen, yang dipenuhi dengan ritual penyembahan kepada roh dan setan. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Supporter Indonesia membuat Aksi Atraktif dengan membentuk Koreo Bendera Palestina saat Laga Timnas dengan Malaysia, Selasa (

Kreasi Apik Bendera Palestina Iringi Laga Indonesia vs Malaysia