Home / Berita / Internasional / Asia / Di Negara Teluk, Ikhwanul Muslimin dan Hamas Positif; ISIS Negatif

Di Negara Teluk, Ikhwanul Muslimin dan Hamas Positif; ISIS Negatif

Ikhwanul Muslimin (new.elfagr.org)
Ikhwanul Muslimin (new.elfagr.org)

dakwatuna.com – Riyadh. Sebuah survei yang dilakukan di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait, menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memandang positif jamaah Ikhwanul Muslimin dan Hamas. Sebaliknya, mereka memandang negatif organisasi Negara Islam di Irak dan Syam (ISIS).

Seperti dirilis Aljazeera, Selasa (28/10/2014), sebanyak 31% masyarakat Saudi, 34% masyarakat Kuwait, dan 29% masyarakat Emirat memandang positif jamaah Ikhwanul Muslimin. Pada pemerintah Saudi dan Emirat telah memasukkan jamaah ini ke dalam daftar organisasi teroris.

Sementara itu, hanya 5% dari masyarakat Saudi, dan prosentase lebih kecil lagi di Kuwait dan Emirat, yang memandang positif ISIS. Oleh karena itu, keputusan pemerintah negara-negara tadi diambil dengan dasar opini publik yang mendukung.

Adapun organisasi yang paling mendapatkan simpati masyarakat tiga negara itu adalah Hamas. Sebanyak 52% responden di Saudi, 53% responden di Kuwait, dan 44% responden di Emirat, mendukung dan membela Hamas. Sementara itu, pemerintah otoritas Palestina yang dikuasai oleh gerakan Fatah mendapatkan dukungan kurang dari 40% di masing-masing negara.

Survei ini diadakan oleh sebuah lembaga survei komersil lokal yang kredibel atas permintaan Washington Institute. Survei dilakukan pada bulan September yang lalu melalui metode wawancara kepada para responden dengan sampel yang merepresentasikan seluruh wilayah geografis di ketiga negara. Margin error survei ini sebesar 3%. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 1,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Empat Ribu Sipil Yang Dijadikan Tameng Hidup oleh ISIS Berhasil Dibebaskan