Home / Berita / Nasional / Lukman Hakim Jadi Menag, ke Mana Arah Politik PPP?

Lukman Hakim Jadi Menag, ke Mana Arah Politik PPP?

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (metrotvnews.com)
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (metrotvnews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Presiden Joko Widodo akhirnya memasukkan salah satu Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam ‘Kabinet Kerja’ yang diumumkan kemarin, Ahad (26/10/14) di Istana Negara Jakarta.

Lukman Hakim Saifuddin dipercaya kembali memimpin Kementerian Agama setelah sebelumnya menduduki jabatan yang sama sejak April 2014 menggantikan Suryadharma Ali.

Penunjukkan Lukman Hakim sebagai Menag di tengah konflik yang sedang mendera partai berlambang Ka’bah ini menjadi isu menarik perpolitikan Indonesia karena PPP sendiri sejak awal telah menyatakan diri bergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP). Di internal PPP sendiri penunjukkan Lukman mendapat tanggapan yang beragam.

Penunjukkan  politisi PPP sebagai menteri kabinet Jokowi bukan berarti melegitimasi bahwa partai berlambang kabah ini bergabung ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

“Alhamdulillah kader PPP diberikan kepercayaan dan amanah dari Presiden Jokowi. Soal sikap PPP mendukung koalisi nanti diputuskan dalam Muktamar VIII PPP tanggal 30 Oktober 2014,” kata Ketua DPP PPP, Fernita Darwis seperti dikutip dari Okezone, Minggu (26/10/2014) malam.

Menurut Fernita, sikap resmi PPP atas arah politik tidak akan merujuk dari hasil Muktamar VIII di Surabaya yang digelar oleh Romahurmuziy karena pelaksanaannya itu ilegal.

Keputusan PPP baru akan diputuskan pada Muktamar VIII yang konstitusional di Jakarta nanti. “Itu belum diputuskan di Muktamar VIII,” tukasnya.

Sementara itu Sekjen DPP PPP M. Romahurmuziy mengucapkan terima kasih atas diangkatnya kader PPP, Lukman Hakim Saifuddin sebagai menteri agama (menag). Dia yakin, Lukman mampu mengemban amanah untuk membantu memenuhi janji Presiden Jokowi di Kementerian Agama.

“PPP menyampaikan terima kasih atas ditempatkannya Lukman Hakim Saifuddin,” kata Romi, sapaan Romahurmuziy, dalam keterangan tertulisnya kepada media, Ahad (26/10/14).

Romi pun mengaku sadar diri dengan ‘hanya’ diakomodasi satu kader PPP yang jadi menteri. “Bagi PPP, meski hanya satu kader PPP diakomodir, namun kita menyadari, bergabungnya PPP memang baru-baru ini saja, yaitu setelah muktamar VIII PPP 15-17 Okt 2014 di Surabaya,” ujarnya.

Rupanya langkah politik PPP masih harus menunggu hasil muktamar PPP ke VIII yang akan digelar pada tanggal 30 Oktober 2014, tetap setia dengan Koalisi Merah Putih (KMP) atau beralih ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH).  (okezone/sbb /dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

PKS-PPP Sepakat Bangun Jakarta Lebih Baik