Home / Berita / Nasional / DPR: Perlu Revitalisasi Pipa Migas Nasional

DPR: Perlu Revitalisasi Pipa Migas Nasional

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Rofi' Munawar. (inet)
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Rofi’ Munawar. (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Bocornya pipa Pertamina di Tasikmalaya untuk yang kedua kalinya di tempat yang sama menunjukkan perlunya revitalisasi pipa migas nasional yang sesuai standar dan pengawasan yang intensif. Terkait pipa migas, selain bersifat teknis operasional, disisi lain perlu kelayakan secara administrasi atau prosedural.

“Kejadian pipa bocor selain karena illegal tapping (pencurian), di sisi lain menunjukan kondisi pipa Pertamina perlu direvitalisasi segera,“ kata Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS Rofi Munawar mengomentari tentang kejadian tersebut di Jakarta, Kamis (23/10).

Berdasarkan keterangan Kapolres Kota Tasikmalaya AKBP Noffan Widyayoko, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif penyebab kebocoran. Dugaan sementara, bukan akibat sabotase tapi sesuai keterangan petugas Pertamina diduga akibat usia pipa yang sudah uzur.

“Dampak kebocoran ini telah meresahkan warga yang dilewati pipa tersebut, kejadian kemarin telah memberikan pelajaran berharga karena telah menyebabkan kerugian bagi warga diantaranya ikan-ikan di sungai mati seiring tercampurnya air dengan solar. Warga juga tak bisa menggunakan air sumur untuk keperluan sehari-hari,” tukas kader PKS yang di periode sebelumnya juga duduk di Komisi VII.

Menurut Rofi, migas sebagai salah satu produk yang mempunyai nilai strategis perlu dijaga ketersediaannya secara berkesinambungan. Oleh karena itu, distribusi migas yang merupakan salah satu bagian dari mata rantai proses penyediaannya, perlu mendapatkan pengawasan secara sistematis oleh Pemerintah, operator maupun regulator.

“Regulator maupun kementerian terkait harus segera melakukan proses evaluasi dan revitalisasi terhadap kondisi pipa migas nasional, karena tentu pada akhirnya akan menyebabkan kerugian materil maupun imateril,” tegas Rofi.

Pipa Transmisi Minyak (Oil Transmission-line/Trunkline) adalah pipa untuk menyalurkan minyak bumi dari stasiun pengumpul ketempat pengolahan, dan dari tempat pengolahan ke depot, dan dari depot ke depot atau dari depot ke pelabuhan dan atau sebaliknya.

“Pipa merupakan salah satu aspek penting dalam kelancaran distribusi BBM selama ini, karenanya perlu diperhatikan dengan serius,” tutur Rofi.

Sebelumnya, pipa distribusi solar milik PT Pertamina bocor di Kampung Warung, Desa Kamulyan, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (21/10), sekitar pukul 10.00 WIB. Pipa yang bocor merupakan pipa distribusi solar dari Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, ke Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. (abr/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abdul Rohim
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Rohingya

DPR Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas atas Insiden Kekerasan di Rohingya