Home / Berita / Silaturahim / Serunya ‘SenSaSi’ Keluarga Muslim Indonesia di Western Australia

Serunya ‘SenSaSi’ Keluarga Muslim Indonesia di Western Australia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

 

Acara SenSaSi (Sentuhan Nuansa Islami) yang dilaksanakan oleh Cahaya Hati Foundation, sebuah yayasan milik komunitas muslim Indonesia di Kota Perth, Western Australia. (Nurul)
Acara SenSaSi (Sentuhan Nuansa Islami) yang dilaksanakan oleh Cahaya Hati Foundation, sebuah yayasan milik komunitas muslim Indonesia di Kota Perth, Western Australia. (Nurul)

dakwatuna.com – Perth, Australia.  Hidup di luar negeri yang lekat dengan nilai-nilai materialisme dan hedonisme menjadi salah satu sebab hilangnya nilai-nilai keislaman dalam keluarga-keluarga  Muslim di luar negeri yang mayoritas penduduknya non Muslim. Komunitas Muslim harus mencari cara agar keluarganya bisa menerapkan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam.

Salah satu cara yang unik yang dilaksanakan oleh keluarga-keluarga muslim Indonesia di Western Australia adalah dengan mengikuti acara SenSaSi (Sentuhan Nuansa Islami) yang dilaksanakan oleh Cahaya Hati Foundation, sebuah yayasan milik komunitas muslim Indonesia di Kota Perth, Western Australia.

Dengan spirit Build Islamic Family in A Fun Activity,  acara SenSaSi dilaksanakan pada hari Jumat-Ahad, 17-19 October 2014 di Kookaburra Dormitories yang terletak di luar Kota Perth.
Ferry Fibriadi, Presiden Cahaya Hati Foundation mengemukakan bahwa acara SenSaSi ini merupakan acara tahunan dari yayasan yang dipimpinnya.

Kegiatan SenSaSi kali ini terdiri dari beragam acara antara lain Islamic Lecture; Youth Islamic Workshop; Parenting Workshop; Qiyamullail & Muhasabah; serta Family Fun Games.

 

SenSaSi 3SenSaSi 4SenSaSi 5Islamic Lecture pada kegiatan SenSaSi tahun ini disampaikan oleh Syaikh Yahya Ibrahim yang merupakan Islamic Scholar yang banyak memberikan ceramah-ceramah keislaman di berbagai negara. Syaikh Ibrahim yang kelahiran Canada dan memilih menjadi warga negara Australia ini membawakan tema “hak dan kewajiban anggota keluarga dalam Islam”.

Youth Islamic Workshop bertemakan “Building Muslim Characters” disampaikan oleh Brother Wahaj Tarin yang merupakan Imam yang membidangi masalah anak-anak dan remaja di Western Australia. Acara ini diikuti oleh peserta anak-anak dan remaja, mereka sangat antusias dan happy dengan pemaparan yang disampaikan oleh Syaikh Tarin.

Untuk acara Parenting Workshop, panitia SenSaSi tahun ini menghadirkan Ustadzah Fifi Proklamasi Jubilea, yang merupakan Direktur Jakarta Islamic School yang juga pemerhati dan penulis masalah-masalah keluarga di Indonesia. Mom Fifi, demikian panggilan akrabnya, menyampaikan materi tentang teman sejati.

Selama kegiatan SenSaSi ini juga dilaksanakan Qiyamullail (sholat tahajjud) berjamaah dan Muhasabah (evaluasi diri). Kegiatan ini dimaksudkan untuk membiasakan kegiatan Qiyamullail berjamaah dan Muhasabah di level keluarga karena diyakini bahwa Qiyamullail berjamaah akan mampu menumbuhkan kedekatan hati diantara anggota keluarga.

Acara yang paling seru yaitu Family Fun Games yang terdiri dari permainan untuk orang tua dan anak-anak seperti lomba bakiak, balap karung, tarik tambang, raft making dan rafting. Semua games yang dilombakan bertujuan untuk membangun team work yang solid baik di level keluarga maupun dalam kelompok.

Kegiatan SenSaSi yang berlangsung tiga hari tersebut sangat berkesan bagi semua peserta dan mereka bertekad untuk mengikutinya lagi tahun depan.  (NH/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nurul Hidayah
Mahasiswi Semester 2 Di STAIN Palopo Sulsel jurusan tarbiyah prodi pendidikan bahasa inggris. Aktif bekerja sebagai penyiar radio selama 3 tahun, dan sebagai staff humas di KAMMI. Menyukai dunia tulisan sejak SMP, dan telah menerbitkan 1 antologi cerpen di kelas 3 SMK. Cita-cita berharap suatau hari nanti bisa menjadi pendidik yang mencerdaskan, sekaligus menjadi reporter yang profesional dan berkarakter aamiin.

Lihat Juga

Ilustrasi. (Foto: lensaindonesia.com)

Islam di Indonesia, Jangan Ibarat Air Susu Dibalas Air Tuba