Home / Berita / Internasional / Asia / Aljazair Minta Bantuan Qatar Hentikan Suplai Senjata ke Libya

Aljazair Minta Bantuan Qatar Hentikan Suplai Senjata ke Libya

Pertikaian berdarah di Libya antara kelompok yang pro dan kontra rezim Qaddafi (islammemo.cc)
Pertikaian berdarah di Libya antara kelompok yang pro dan kontra rezim Qaddafi (islammemo.cc)

dakwatuna.com – Libya. Sumber diplomatik Aljazair menyebutkan bahwa pihaknya meminta Qatar agar membantu mendorong pihak-pihak yang bertikai di Libya menyukseskan rencana dialog nasional Libya yang diusulkan oleh Aljazair sebagai negara tetangga Libya.

Sebagaimana diberikan kantor berita Anadolu (22/10/2014), Menteri Pertahanan Qatar, Hamad Bin Ali Al-Athiah, dalam kunjungannya ke Aljazair pada Selasa kemarin telah melakukan pertemuan dengan Presiden Aljazair, Abdul Aziz Boutaflika, dan petinggi pemerintahan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Aljazair meminta Qatar untuk menekan pihak-pihak bertikai di Libya untuk menyetujui dialog yang diusulkan Aljazair serta menghentikan pertikaian berdarah sesama warga negara Libya.

Selain itu, Aljazair juga meminta Qatar agar membantu menghentikan pengiriman bantuan senjata untuk kelompok-kelompok yang bertikai di negara tersebut, tanpa menyebutkan lebih rinci bagaimana keterkaitan Qatar dengan isu penyuplaian senjata ke Libya dari pihak asing.

Sebelumnya pemerintahan Libya saat ini yang didukung oleh Jenderal Khalifah Haftar (sebelumnya pendukung rezim Qaddafi) menuding Qatar telah menyuplai senjata untuk kelompok oposisi Fajr Libya, tetapi dibantah dengan tegas oleh Doha.

Semakin memburuknya situasi di Libya akibat perang saudara dikhawatirkan oleh Aljazair akan mengganggu stabilitas di negaranya dan kawasan regional Afrika Utara. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Kemlu Mesir: 16 Warga Mesir Dikabarkan Terbunuh di Libya