Home / Berita / Daerah / Jokowi Melenggang ke Istana, Nasib Waduk Pluit Tak Berubah

Jokowi Melenggang ke Istana, Nasib Waduk Pluit Tak Berubah

Gundukan sampah berjejer di tepian Taman Kota Waduk Pluit, di Penjaringan, Jakarta Utara. Senin (13/10/2014) (Kompas)
Gundukan sampah berjejer di tepian Taman Kota Waduk Pluit, di Penjaringan, Jakarta Utara. Senin (13/10/2014) (Kompas)

dakwatuna.com – Jakarta. Nasib waduk Pluit yang diresmikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pada 17 Agustus tahun lalu kini sudah tidak sedap dipandang. Waduk yang diharapkan berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang menjadi pilihan alternatif warga Pluit dalam menghabiskan libur akhir pekan itu, kini kondisinya sangat memprihatinkan. Terdapat gunungan sampah dan tanaman eceng gondok yang tersebar di sekeliling waduk Pluit, Jakarta Utara.

Sampah yang dapat terlihat langsung oleh pengunjung waduk menyebabkan bau yang tidak sedap dan dirasa sangat menggangu. Padahal Taman ini dirancang sedemikian rupa demi kenyamanan pengunjung. Terdapat bangku-bangku taman dan tempat sampah yang disediakan disepanjang jalan setapak.

Salah satu petugas kebersihan Taman Waduk Pluit, Isah mengaku dirinya dan petugasnya kebersihan lainnya setiap hari sudah membersihkan sampah di area waduk, tapi tetap saja tidak menyelesaikan masalah.

“Padahal setiap hari sampah dibersihkan,” ujar Isah, pegawai kebersihan Taman Waduk Pluit seperti yang dilansir Republika, Selasa (21/10).

Isah mengatakan pada musim kemarau seperti sekarang ini, sampah-sampah dari waduk sering beterbangan ke taman. Hal itu memberatkan dirinya dan lima orang petugas kebersihan lainnya yang harus berkeliling taman untuk memunguti sampah.

Sementara itu, salah satu pengunjung taman, Ibu Sanah mengaku sangat terganggu dengan bau tak sedap yang berasal dari tumpukan sampah di waduk. Ia berharap masalah sampah segera diatasi oleh dinas kebersihan Jakarta Utara.

“Padahal di sini setiap minggu selalu ramai,” ujar Ibu dua anak ini

Kini, Jokowi melenggang ke Istana Kepresidenan sebagai Kepala Negara. sementara, wakilnya semasa menjabat sebagai gubernur yakni Basuki Thahaja Purnama alias Ahok menggantikannya sebagai gubernur DKI Jakarta. Meski waduk Pluit sudah satu tahun diresmikan oleh Jokowi dan Ahok, tampaknya masalah sampah belum dapat terpecahkan. (bil/rol/abr/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abdul Rohim
Seorang suami dan ayah