Home / Konsultasi / Konsultasi Keluarga / Ibu Saya Korban KDRT, Sebabkan Saya Muak dengan Lelaki dan Enggan Menikah, Bagaimana Solusinya?

Ibu Saya Korban KDRT, Sebabkan Saya Muak dengan Lelaki dan Enggan Menikah, Bagaimana Solusinya?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustasi. (novini.bg)
Ilustasi. (novini.bg)

Pertanyaan:

dakwatuna.com Saya seorang mahasiswi pasca sarjana di salah satu PTS di Jakarta, usia saya saat ini sudah 38 tahun dan belum menikah. Sebenarnya ada lelaki yang tertarik dengan saya, namun saya enggan untuk membuka hati, karena saya memiliki persoalan masa lalu. Ibu saya korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Ayah saya selalu memperlakukan ibu dengan kasar dan kekerasan seperti memukul dan memaki. Melihat perilaku ayah dan penderitaan ibu, saya menjadi muak dengan lelaki. Saya beranggapan bahwa laki-laki adalah sosok yang egois dan keras. Saya khawatir itu terjadi pada saya, sehingga saya enggan menikah, mohon petunjuk dan pencerahan dari Dr. Iqbal, terima kasih.

Irna (Jakarta)

Jawaban:

Saudari Irna yang dirahmati Allah SWT, Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan kita petunjuk untuk senantiasa berbagi pengalaman. Terima kasih karena sudah menanyakan persoalan ini, karena ini adalah persoalan yang banyak terjadi masyarakat saat ini, namun mereka enggan mengungkapkannya. Karena fenomena KDRT saat ini sudah sangat memprihatinkan, salah satu pemicu terjadinya KDRT adalah persoalan ekonomi dan kepribadian.

Saya bisa memahami betapa hancurnya hati seorang anak ketika melihat dan menyaksikan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh Ayah terhadap ibunya.  Kebencian Irna kepada sosok laki-laki hingga enggan menikah adalah bentuk dari trauma masa lalu yang terjadi pada keluarga Irna.  Perlakuan Ayah yang kasar kepada ibu hingga melakukan KDRT mempengaruhi kepribadian dan sikap serta persepsi Irna terhadap laki-laki. Padahal laki-laki yang saat ini sedang mendekati Anda adalah bukan pelaku KDRT yang Anda bayangkan dalam sosok Ayah Irna.

Trauma dalam KDRT perlahan-lahan harus mulai dikurangi, ada banyak treatment yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan melihat figur-figur seorang Ayah yang baik yang ada di sekitar Irna, apakah itu tetangga, lingkungan tempat tinggal, keluarga ataupun teman, dengan demikian Irna bisa mendapatkan gambaran yang utuh tentang sosok laki-laki yang merupakan seorang Ayah, karena tidak semua laki-laki atau Ayah adalah pelaku KDRT, dengan demikian Irna akan mendapatkan figur yang baik yang bisa diteladani

Kedua adalah berusaha perlahan-lahan menghilangkan dan melupakan trauma masa lalu yang pahit ketika Irna menyaksikan KDRT, Irna harus bisa mengubah pola pikir bahwa “saya adalah masa depan, bukan masa lalu”, kesedihan, kekecewaan, kesedihan, pengalaman gagal adalah masa lalu, tetapi pernikahan dan memiliki keturunan adalah masa depan yang harus direncanakan. Karena kesedihan dan kekecewaan kita tidak akan mengubah keadaan, tidak akan bisa mengubah peristiwa yang sudah pernah terjadi, semua sudah terjadi, yang kita ambil adalah hikmahnya, bahwa KDRT dihentikan dan tidak boleh terjadi lagi ada Irna dan keluarga lainnya.

Ketiga adalah senantiasa bergaul dengan berbagai komunitas, ikutilah majelis-majelis ilmu dan agama, dengan demikian Irna  akan terus mendapatkan wawasan yang utuh dan mendapatkan banyak dukungan sosial dari teman. Dengan demikian Irna tidak merasa sendiri, Irna nanti akan menyadari betapa bumi Allah itu luas dan Irna tidak sedang berada di lorong yang sempit, memohon ampun dan petunjuklah kepada Allah SWT akan diberikan jodoh yang baik, shalih, bertanggung jawab dan senantiasa lemah lembut serta penyayang. Amin Wallahu’alam.

banner-konten-bersponsor-rumah-konseling

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 5,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Dr. H. Muhammad Iqbal, M.SocSc (Psy)
Sarjana Psikologi dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Kemudian melanjutkan S2 Program Magister Profesi Psikologi Konseling dan S3 Psikologi dari School of Psychology and Human Development Faculty Social Science and Humanities Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Alumni ILO Labour Migration Academy ILO Training Center Turin Italy dan Asian Graduate Students Fellowship National University of Singapore (NUS). Saat ini Iqbal bekerja Ketua Program studi Psikologi, Universitas Mercubuana Jakarta dan Direktur Rumah Konseling (PT.Namary Insan Solusi), bergerak dalam bidang Konsultan Psikologi SDM dan Keluarga. Mendirikan Praktik layanan psikologi, Rumah Konseling di Jl. Saidin No. 17 Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan. Layanan pelatihan (Life Skill), konseling dan asesmen psikologi melalui temu janji dengan psikologi terlebih dahulu melalui no 021-7491577/081283352311. Pertanyaan dan konsultasi psikologi dapat dikirim ke: [email protected]

Lihat Juga

Masya Allah, Pria ini Datang Untuk Khitbah Malah Dapat Akad Nikah