Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Sahabat Perjuangan

Sahabat Perjuangan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

أصحابي كالنجوم الزهر بأيهم إقتديتم إهتديتم

Ilustrasi - "Sahabat perjuangan di desa Binaan". (Ridwan Akbar)
Ilustrasi – “Sahabat perjuangan di desa Binaan”. (Ridwan Akbar)

Artinya: Sahabat bagai bintang-bintang, kepada siapapun kalian ikut, niscaya kalian akan mendapat pengikut.

dakwatuna.com Sahabat perjuangan merupakan keniscayaan sebuah jalan dakwah. Agar manis pahit perjuangan, tidak hanya dirasakan sendirian. Jika datang nikmat, biarkan sahabat ikut merasakan kebahagiaan. Jika yang datang ialah musibah, jangan lupa bahwa engkau tidak menghadapinya sendirian. Sungguh indah memiliki sahabat yang selalu mengingatkan. Sungguh indah memiliki sahabat yang rela bersabar di atas badai yang tak kenal waktu.

Rasulullah bersabda: Abu Bakar di syurga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Az Zubair di surga, Abdurrahman bin ‘Auf di surga, Sa’d di surga, Sa’id di surga, dan Abu Ubaidah ibnul Jarrah di surga.” [HR At Tirmidzi (3747), hadits shahih.]

Itulah 10 sahabat pilihan, yang dijamin rasul masuk ke surga. Itulah sahabat terbaik yang merasakan betul, apa hakikat pengorbanan. Sahabat perjuangan, yang mengetahui indahnya berbagi. Sahabat perjuangan yang mengenali diri kita, sedalam dia mengenal dirinya sendiri. Sungguh bahagianya baginda Rasul, dikelilingi sahabat yang tidak hanya loyal, tapi juga peduli, dan kritis. Sehingga baginda Rasul tidak hanya mendapatkan kesetiaan, tapi juga Rasul memiliki sebuah tim dakwah yang kooperatif dan konstruktif. Mari kita coba kenali sekilas potongan kisah dakwah ke-10 sahabat perjuangan pilihan Rasul:

Abu Bakar. Digelari dengan panggilan Ash-Shiddiq Al-Akbar. Dikenal tidak bisa kompromi dengan rakyat yang tidak mau membayar zakat. Bahkan khalifah Abu Bakar tidak segan memeranginya. Akhlaknya yang mulia, dan pengorbanannya yang luar biasa; tidak akan pernah bisa terlepas dari bagian keberhasilan dakwah Rasul.

Umar bin Khattab. Digelari dengan panggilan Al-Faruq. Dikenal sebagai sosok yang sangat berani. Bahkan menjadi orang yang paling ditakuti sebelum masuk Islam. Pada masa khalifah Umar-lah, umat muslim melakukan ekspansi kawasan besar-besaran. Hingga Islam dapat menaklukkan kerajaan Persia, dan Romawi Timur. Syahid pada bulan Dzulhijjah tahun 23 H.

Ustman bin Affan. Digelari dengan panggilan Dzun Nurain. Dikenal sebagai sosok khalifah yang sangat pengasih lagi lemah lembut. Ustman juga terkenal dermawan, karena suka menginfakkan hartanya yang melimpah di jalan Allah. Syahid pada bulan Dzulhijjah setelah Idul Adha 35 H. Pada umur 80 tahun.

Ali bin Abi Thalib. Digelari dengan panggilan Abu Turab. Dikenal sebagai khalifah yang memiliki keilmuan yang sangat dalam. Hidup dalam kesederhanaan, dan sangat berani dalam berperang. Ali wafat pada 40 H, setelah ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam dengan pedang yang beracun pada saat shalat subuh. Beliau dimakamkan di Kufah, Irak.

Thalhah bin Ubaidillah. Digelari dengan panggilan Thalhal Al-Fayyad. Dikenang saat perang Uhud. Saat beliau menjadikan dirinya perisai bagi Rasulullah. Sehingga jari-jarinya putus. Ia syahid pada saat mengikuti perang jamal, saat umur 36 tahun.

Zubair bin Awwam. Kepahlawanannya telah tampak, saat perang badar. Beliau dikenal sebagai seorang yang paling berani, paling pandai dalam menunggang kuda, dan paling kejam terhadap lawan. Syahid pada tahun 36 H, setelah pulang dari perang jamal.

Sa’ad bin Abi Waqqash. Seorang sahabat yang masuk Islam, pada usia 17 tahun. Sa’ad dikenal pada saat penaklukkan Persia. Karena kekuatan Islam saat itu menewaskan tentara Persia dalam perang Al-Qadisiyah. Hingga Sa’ad digelari pahlawan Qadisiyah. Pada zaman Ustman pula, Sa’ad mengetuai perjalanan umat Islam ke China. Sehingga Sa’ad dikenal sebagai perintis Islam ke China. Wafat di Aqiq, pada tahun 55 H.

Abdurrahman bin Auf. Berasal dari kalangan pengusaha. Tapi menjadi seorang pengusaha yang tidak apatis terhadap perang. Ia mendapat 20 panahan, dan giginya rontok dalam perang Uhud. Wafat pada tahun 32 H.

Said bin Zaid. Ia merupakan sosok yang banyak menghabiskan waktu dengan beribadah. Ia tidak mengikuti perang Badar, karena ditugaskan rasul untuk menjadi mata-mata di Syam bersama Thalhah. Wafat pada 50 H.

Abu Ubaidah bin Jarrah. Digelari dengan panggilan Aminu Hadzihil Ummah (orang yang sangat terpercaya di umat). Termasuk anggota pasukan perang Badar. Syahid disebabkan oleh wabah penyakit pada tahun 18 H, di saat berumur 58 tahun.

Seperti itulah hakikat sahabat perjuangan di jalan dakwah. Bukan hanya perngorbanan harta, bahkan hingga jiwa, dan raga seluruhnya dikerahkan untuk perjuangan Islam. Sehingga harta kesayangan-pun tak jarang diinfakkan di jalan Allah. Tak ayal jika pengorbanannya bukan hanya sekadar keringat lelah, dan air mata kesedihan selama masa juang. Bahkan darah luka, dan darah peperangan-pun tidak bisa dihindarkan.

Karena begitulah hakikat sahabat perjuangan dalam kepemimpinan surgawi. Semuanya dari Allah, oleh Allah, dan akan kembali kepada Allah.

 

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ridwan Akbar
Mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP UIN Jakarta.

Lihat Juga

Perkuat Tentaranya di Perbatasan, Turki Permudah FSA Bersihkan Utara Suriah dari ISIS