Home / Berita / Surat Pembaca / Untukmu Bapak Ir. Joko Widodo, Presiden Terpilih

Untukmu Bapak Ir. Joko Widodo, Presiden Terpilih

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono.  (tribunnews.com)
Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono. (tribunnews.com)

dakwatuna.com Wahai presiden terpilih.

Sungguh sangat beruntunglah Anda, terpilih menjadi pemimpin saat naungan Aqidah Islam ada dalam diri Anda. Karena Allah telah menjanjikan surga  kepada hamba-Nya yang menjadi pemimpin adil untuk rakyatnya. Tapi ingatlah, sungguh balasan Allah sangatlah pedih  kepada pemimpin yang menipu, menindas, dan mendzalimi rakyatnya dengan segala macam bentuk kedzaliman.

Wahai presiden terpilih.

Jadikanlah Allah sebagai tujuan Anda dalam memimpin. Gunakanlah Al-Quran dan As-Sunnah sebagai pegangan utamamu dalam menjalankan roda pemerintahan. Kobarkanlah selalu ruh semangat jihad dalam diri Anda untuk melawan kebathilan, menegakkan keadilan hingga menggapai kesejahteraan bagi Indonesia tercinta. Pahatlah cita-cita menjadi syuhada dalam pribadimu agar Anda senantiasa terlindung dari rasa takut ancaman para pendukung kedzaliman.

Wahai presiden terpilih.

Gigitlah kuat kuat dengan gigi geraham Anda, aqidah Islam yang diyakini. Jagalah aqidah ini dengan totalitas pada diri dan pada bangsa yang Anda pimpin ini. Jangan biarkan ada segolongan orang seperti Syiah/Ahmadiyah mengacak-acak, melecehkan, dan mendustakan aqidah Islam di bumi nusantara ini. Aqidahmu adalah harga dirimu. Dan perilakumu adalah cerminan dari kepemahaman terhadap aqidahmu. Jika Anda memiliki harga diri maka jagalah aqidahmu itu.

Wahai presiden terpilih.

Konseplah negeri tercinta ini menjadi bangsa yang madani. Sebuah konsep peradaban sempurna seperti yang dicontohkan Rasulullah tercinta kita pada negeri Madinah kala itu. Peradaban yang mengedepankan kualitas ilmu pengetahuan untuk meningkatkan keimanan. Peradaban yang menjunjung tinggi toleransi beragama yang mana batasannya dikembalikan kepada peraturan yang ada pada agamanya masing-masing. Peradaban yang para pemimpinnya mencintai rakyatnya dan rakyatpun mencintai pemimpinnya.

Janganlah Anda jadikan bangsa tercinta ini seperti bangsa kaum Sodom. Sebuah kaum yang telah melegalkan praktek prostitusi berkembang di tengah masyarakat. Menjadikan hubungan sesama jenis adalah hak setiap individu. Pembunuhan, pencurian, penindasan, dan pemerkosaan merebak luas tak terkendali pada kaum ini hingga Allah menurunkan azab yang dahsyat kepada kaum Sodom. Kaum Sodom adalah potret kaum tak bermoral.

Wahai presiden terpilih.

Lindungilah generasi muda Indonesia dari degradasi moral. Gunakanlah asas dalam aqidahmu  sebagai tolak ukur moral yang hakiki. Pemuda saat ini ialah pemimpin di hari esok. Jika ingin bangsa ini kelak memiliki pemimpin yang cerdas dan beriman maka lindungilah pemuda dari degradasi moral.

Wahai Presiden terpilih.

Lihatlah dengan mata hati Anda atas apa yang terjadi terhadap saudara muslim kita di belahan bumi lain yang sedang berada di bawah penindasan. Rasakanlah kepedihan mereka kehilangan sanak saudara. Lalu tunjukkanlah bahwa engkau berperikemanusiaan dengan cara membantu mereka  dengan segenap kemampuan yang Anda miliki. Bersikap tegaslah menentang mereka yang melegalkan penjajahan. Buktikanlah ucapan manis Anda untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawabannya atas apa yang dipimpinnya”.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa Mahad Aly An-Nuaimy Jakarta Selatan. Alumni Ma'had Binaul Ummah Kuningan. Angota Forum Komunikasi Ikhwah Banten (Forkib). anggota Pengusaha Kampus Writer Preneur (PKW). Volunteer Rumah Zakat Tangerang

Lihat Juga

Sohibul Iman Ungkap Lima Syarat Jadi Pemimpin yang Berkualitas