Home / Berita / Internasional / Asia / Kenapa Perang Kurdi-ISIS di Kobani Seakan Menjadi Armageddon?

Kenapa Perang Kurdi-ISIS di Kobani Seakan Menjadi Armageddon?

Kobani (localtvktvi)
Kobani (localtvktvi)

dakwatuna.com – Kobani. Orang banyak terheran-heran dengan perhatian dunia kepada perang yang sedang terjadi di wilayah Kobani antara organisasi Negara Islam di Irak dan Syam (ISIS), pasukan Kurdistan, dan pasukan koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat. Padahal sebelum ini, sedikit orang yang mengenal atau bahkan mendengar nama wilayah ini.

Kobani, atau dalam bahasa Arab dikenal dengan Ayn Al-Arab, adalah sebuah kota yang berada di bawah provinsi, di Suriah. Terletak 30 kilometer di sebelah timur sungai Efrat, dan 150 kilometer dari kota Aleppo. Sesuai dengan hasil sensus 2004, jumlah kota ini sebanyak 44.821 jiwa.

Seperti ditulis dalam artikel “Kenapa Kobani Menjadi Seperti Armageddon?”, Rassd, Sabtu (18/10/2014), dikatakan bahwa Kobani adalah wilayah yang sangat penting bagi bangsa Kurdi. Kobani adalah kota ketiga yang berpenduduk mayoritas Kurdi. Wilayah ini adalah yang terpenting bagi mereka.

Saat terjadi konflik politik bersenjata di Irak dan Suriah, bangsa Kurdi semakin jelas melihat kesempatan mereka untuk membentuk negara independen bagi mereka meliputi himpunan wilayah-wilayah di Suriah, Irak, dan Turki. Namun kedatangan pasukan ISIS seakan melenyapkan mimpi mereka bertahun-tahun. Bahkan selama ini ketika ISIS berhasil menguasai beberapa wilayah di Suriah, kekuatan Kurdi terpecah, dan tidak ada kebebasan bergerak di wilayah-wilayah mereka.

Adapun bagi ISIS, menguasai Kobani menempati sisi penting secara militer. Karena bangsa Kurdi adalah kekuatan terbesar yang saat ini berada di kawasan itu. Kekuatan ini akan terus menjadi ancaman bagi ISIS jika tidak segera dihancurkan dan dikuasai. Selain itu, dengan menguasai Kobani berarti ISIS bisa menghubungkan beberapa wilayah yang telah dikuasainya di Suriah.

Banyak yang bertanya-tanya kenapa Turki bersikap diam dan hanya menunggu perang yang sedang terjadi di Kobani antara Kurdi dan ISIS. Perang di Kobani, dimenangkan oleh siapapun, akan berbahaya bagi Turki. Jika dimenangkan Kurdi, Turki terancam dengan hilangnya wilayah mayoritas bangsa Kurdi. Bangsa Kurdi akan segera mengumumkan berdirinya negara nasional Kurdi yang terdiri dari beberapa wilayah di Suriah, Irak dan Turki.

Jika dimenangkan ISIS, akan ada beberapa wilayah internal Turki yang terpengaruh dengan ISIS. Apalagi hingga saat ini, pertumbuhan ekonomi ISIS semakin kuat setelah mereka disebutkan berhasil menjual hasil minyak Irak ke luar negeri dengan cara menyelundupkan melalui wilayah Turki. ISIS juga sangat mungkin akan berusaha menghimpun wilayah Turki ke dalam wilayahnya. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (Islammemo.cc)

Erdogan Kembali Kecam As-Sisi, Hubungan Mesir-Turki Kian Menegang