Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Kuberhias, Atas Sesuatu yang Takkan Kubawa Pulang

Kuberhias, Atas Sesuatu yang Takkan Kubawa Pulang

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Selembar kain kerudung kusampirkan

Membungkus kulit lembut menerawang

Sambil menanti pujian datang

Atas sesuatu yang takkan kubawa pulang

 

Sepasang bulu mata lentik kupasangkan

Indah dilihat mata memandang

Sambil menanti pujian datang

Atas sesuatu yang takkan kubawa pulang

 

Selembar baju warna menawan

Melilit tubuh bentuk menggoda

Sambil menanti pujian datang

Atas sesuatu yang takkan kubawa pulang

 

Adapun amal telah lama tak kuindahkan

Parfummu cap duyung ketinggalan zaman

Perhiasannmu hanya cincin angan-angan

 

Lalu jiwa telah jauh kubiarkan

Di kulitmu daki dosa tak terbersihkan

Dan keringatmu kesalahan tak terhapuskan..

 

Dan bila tiba saat dibangkitkan

Air mata pun mengering dirundung penyesalan

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lahir di Sukabumi, Menyukai membaca, menulis dan bercerita. Mengajar sebagai guru di Sekolah Penghafal Al-Quran di Lebak Bulus.

Lihat Juga

Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail saat mengunjungi pameran budidaya ikan hias, Depok, Kamis (6/11). (pks.or.id)

Depok Cetak Rekor Dunia Melalui Ikan Hias

Organization