Home / Berita / Daerah / Ahok Minta Tembak Mati Ormas Anarkis, Pengamat: Kata-kata yang Tidak Pantas Diucapkan

Ahok Minta Tembak Mati Ormas Anarkis, Pengamat: Kata-kata yang Tidak Pantas Diucapkan

Pengamat kepolisian sekaligus kriminolog dari Universitas Indonesia Bambang Widodo Umar. (skalanews.com)
Pengamat kepolisian sekaligus kriminolog dari Universitas Indonesia Bambang Widodo Umar. (skalanews.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meminta polisi untuk menindak tegas bahkan menembak mati kelompok atau organisasi masyarakat (ormas) anarkis yang mengancam nyawa banyak orang.

Pengamat kepolisian sekaligus kriminolog dari Universitas Indonesia Bambang Widodo Umar mengatakan, pernyataan keras tersebut tidak tepat, apalagi dilontarkan oleh salah satu pejabat negara.

“Sejahat-jahatnya masyarakat, di Indonesia sebagai negara hukum tidak benar diselesaikan dengan kekerasan. Apalagi bagi orang timur dengan kata-kata yang tidak pantas diucapkan seperti itu,” kata Bambang kepada Republika, Kamis (16/10/14).

Bambang mengatakan, pernyataan yang bersifat emosional seperti itu hanya akan memperkeruh suasana dan menjadikan masyarakat tidak simpati. Dalam menghadapi dinamika dan kondisi masyarakat Indonesia yang belum stabil, lanjut Bambang, para pejabat harus mempunyai rasa sabar yang tinggi. Pejabat tidak boleh mengeluarkan pernyataan yang menciderai hati masyarakatnya sendiri.

Menurutnya, ada alasan di balik tindakan-tindakan anarkis yang selama ini terjadi. Struktur dalam sistem sosial yang disertai dengan carut marut kebijakan negara di bidang ekonomi, pendidikan dan tenaga kerja membuat masyarakat menjadi resah.

Pemegang kebijakan negara, lanjut Bambang, harus berkaca pada sistem dan dinamika pemerintahan yang belum bisa menghasilkan pembangunan yang optimal dan merata. Cara kekerasan, kata Bambang, tidak akan pernah bisa menyelesaikan penyimpangan yang ada di masyarakat.

“Dipanggil diajak dialog, bila perlu didatangi. Kalau didekati secara baik, secara kemanusiaan mereka malah nurut, tapi kalau dengan kekerasan malah jadi brutal,” ujar Bambang. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ulama Minta Umat Islam Kawal Kasus Ahok