Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Di Keheningan Malam

Di Keheningan Malam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (habibiezone.wordpress.com)
Ilustrasi. (habibiezone.wordpress.com)

dakwatuna.com

Aku terkadang malu kepada keteranganku sendiri..
Mengaku mencinta tapi jauh dari takwa..
Sementara diri bangga dengan dosa-dosa..
Seakan akan hidup untuk selamanya..

Pada heningnya malam.
Aku mencoba bermuhasabah.
Bertanya pada jiwaku yang penuh dosa.

Andaikan ini akhirnya.
Aku tak mampu berbuat apa-apa.
Diriku tertunduk tak berdaya.
Tatkala nafas berhenti berhembus di dalam jiwa.
Dan kedua mata tertutup untuk selamanya.
Apa yang akan kubawa menghadap kepada-Nya?

Tak terhitung betapa banyak nikmat-Mu yang kusia-siakan.
Dunia benar-benar membuatku kehilangan.
Kehilangan akan cinta-Mu.
Dan membuatku bagaikan seorang pengembara yang tak tahu ke mana arah yang dituju.

Dan kini, sudah terlalu jauh aku tersesat dalam lautan dosa.
Yang membuat diri seakan hampa.
Lantas, masih pantaskah hati ini mengharap cinta-Mu?
Serta berada dalam dekapan ampunan-Mu?

Yaa Allah, bimbing aku untuk kembali ke jalan-Mu.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 7,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Trio Al Farizih
Impian terbesarnya yaitu ingin menjadi Guru, Penulis, Mubaligh, dan seorang motivator. Tujuan menulis yaitu untuk hidup dalam kebermanfaatan untuk orang lain. Ingin sekali tulisannya bisa mengubah seseorang jadi lebih baik atas izin Allah tentunya. Suatu saat ingin bisa membuat buku.

Lihat Juga

Wakil Walikota Depok, Idris Abdul Shomad. (depoknews)

Cegah Tindak Kejahatan, Pemkot Depok Minta Warga Tidak Pulang Larut Malam