Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Ohh Ayah…

Ohh Ayah…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (liveinternet.ru)
Ilustrasi. (liveinternet.ru)

dakwatuna.com

Bahkan..
Ketika mentari pagi baru akan terbit pun,
Kau telah lebih dulu bersinar dengan setelan bajumu
Sang mentari pagi menjadi saksi senyum optimismu menyongsong hari
Lalu rembulan dan bebintang..
Menjadi saksi pula atas langkah kakimu yang tetap kokoh meski telah seharian berjibaku dengan kewajibanmu

Pagi berganti siang, siang berganti malam..
Selama itu kau berpeluh keringat, terkuras tenaga dan pikiran demi keluargamu
Tak pernah sepatah kata keluh kesah pun yang kau lontarkan
Karena itu amanahmu, maka kau bertanggung jawab..
Gigihmu, lukamu, sakitmu, keluhmu, semangatmu, akan menjadi bekalan pahala
Lelahmu adalah lelah yang berarti..
Ada hadiah istimewa dari Allah atas lelah yang berbingkai sabar
Maka ayah, terus bersabarlah dalam amanahmu..

Ayah, aku pun sama seperti mentari pagi, rembulan juga bebintang..
Saksi akan perjuanganmu..
Kau menderma diri untuk menebar manfaat
Bergerak membangun peradaban yang diimpikan..
Bekerja dengan visi dan misi besar yang menjamah dunia hingga akhirat

Bergeraklah, bekerjalah..
Usah pedulikan pandangan manusia
Allah, Dialah sebaik-baik penilai tingkah
Maka meng-iba-lah hanya pada-Nya
Sebab hatimu akan lebih lapang, pundakmu akan lebih kokoh

Pintaku ya Rabbana..
Penjagaan untuk ayah, agar bekerja Lillah
Penjagaan untuk ayah, agar sehat bahagia
Ya Rabbana, tiada balasan yang lebih pantas selain surga untuk ayah..

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 9,91 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Lina Mustaqimah S
Mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.

Lihat Juga

Ayah Sang Kesatria Hati