Home / Berita / Daerah / Mencari Pendamping Ahok Atau Pilkada Dipercepat

Mencari Pendamping Ahok Atau Pilkada Dipercepat

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).  (terasjakarta.com)
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (terasjakarta.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Pelantikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta tinggal menunggu waktu. Pasalnya Surat Pengunduran diri Gubernur Joko Widodo masih berada di Kementerian Dalam Negeri.

Berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menyebutkan, Wakil Gubernur secara otomatis menggantikan Gubernur.

Pembicaraan yang sedang hangat adalah terkait dengan siapa yang akan diangkat menjadi Wakil Gubernur mendampingi Ahok, sapaan akrab Basuki Tjahaja Purnama. Tarik menarik antar parpol pengusung Jokowi-Ahok pada 2012 lalu semakin menambah riak perpolitikan di DKI Jakarta.

Nama calon gubernur dari masing-masing parpol pendukung pun sudah muncul kepermukaan, sebut saja Mohammad Taufik dari Gerindra dan Boy Sadikin dari PDIP santer disebut-sebut sebagai Calon Wakil Ahok di DKI Jakarta.

Dite Abimanyu, anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Keadilan Sejahtera angkat bicara terkait keadaan perpolitikan tersebut. “Mekanisme pengajuan calon pengganti kan sudah jelas diundang-undang, dikembalikan saja ke aturan yang ada”. “Intinya jangan sampai ada yang dirugikan, siapa yang dirugikan, ya jelas rakyat, masyarakat warga Jakarta. Kalau masing-masing tidak ada titik temu, roda pemerintahan di DKI akan terhambat dengan adanya silang pendapat terkait pemilihan calon wakil gubernur nanti”. Paparnya disela-sela acara orientasi bagi anggota DPRD yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri.

“Apabila melihat semakin maraknya demonstrasi akhir-akhir ini dan apabila tidak direspon dengan baik dan tepat bisa jadi melumpuhkan roda pemerintahan di Jakarta; maka sebaiknya ada konsolidasi antara pemerintah DKI Jakarta dengan DPRD untuk mencarikan solusi atas krisis kepemimpinan di Jakarta ini, karena apabila kurang tepat dalam memilih wakil maka bisa saja akan mendorong semakin marak protes yang ada, disamping itu Ahok juga harus merubah gaya kepemimpinannya”, tegas Dite.

Ditempat terpisah Harry Kurniawan, Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Adil Sejahtera menegaskan sebenarnya hanya ada dua opsi yang memungkinkan dilakukan apabila kita melihat kondisi akhir-akhir ini di Jakarta, krisis kepemimpinan pasca Jokowi terpilih menjadi Presiden mengakibatkan arah kepemimpinan Jakarta menjadi tidak jelas, maka demi berjalannya roda pemerintahan sebaiknya ada dua opsi yang bisa di tawarkan yakni mencari pendamping Ahok secepatnya dengan merespon keinginan publik tentang krisis kepemimpinan di Jakarta atau mempercepat pelaksanaan Pilkada paling lambat tahun 2015.  (MM/lbhas/sbb/dakwatuna).

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ustadz M Arifin Ilham dan Habib Rizieq Shihab. (Facebook)

Ahok Jadi Tersangka, Ustadz Arifin Ilham: Ini Awal Musibah Bagi Penista Alquran

Organization