Home / Pemuda / Essay / Majalah Sekolah “Cahaya”

Majalah Sekolah “Cahaya”

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Dedi Irwan)
Ilustrasi. (Dedi Irwan)

dakwatuna.comSalam, buat sobat muda Pelajar Indonesia, bagaimana kabarmu? Semoga selalu dalam limpahan rahmat dan karunia Allah SWT, untuk mempersiapkan diri, merajut cita-cita sukses meraih masa depan yang cemerlang dunia sampai ke akhirat sana. Sekilas kabar buatmu, Alhamdulillah, sobatmu dari SMAN 2 Batusangkar Sumbar telah menerbitkan Majalah Sekolah “Cahaya” edisi perdana pada tanggal 10ktober 2014. Kami memilih nama majalah dengan “cahaya” dengan harapan agar majalah ini dapat memberikan secercah cahaya bagi sobatmu yang membaca majalah tersebut yang ternyata tidak hanya di“lahap” oleh pelajar dan guru sekolah kami tetapi juga dinikmati oleh sekolah lainnya.

Sebuah kebahagiaan bagi kami tentunya, dapat berbagi sekaligus berdakwah melalui majalah ini dengan motto, “ajang kreasi meraih prestasi. Berbagai tulisan dengan bahasan yang menarik serta bahasa yang indah nan gaul (karya pelajar dan guru) menyapa pelajar agar merasa betah menikmati sajian spesial yang dihidangkan melalui majalah ini yang telah mendapat respon dan apresiasi yang tinggi dari sebagian pembaca. Kenapa sebagian? Karena itu realita, maksudnya, daya minat pelajar sangat rendah sekali dalam hal satu ini, “membaca”. Hal yang tidak terlalu berbeda juga dialami oleh para guru yang katanya sebagai “Sumber Ilmu” (sudah menjadi rahasia umum hehe).

Nah, melalui majalah ini kami berjuang, membangkitkan semangat membaca dan cinta buku di kalangan pelajar dan juga guru agar khazanah keilmuan hidup dalam aktivitas pembelajaran di sekolah dan masyarakat. Makanya, bahasan atau “Cahaya Utama” dalam majalah edisi perdana ini adalah “ Dahsyatnya Membaca” dan semoga dapat dishare melalui media online “Dakwatuna” yang kita cintai ini. Kami mohon doa pada semuanya agar majalah ini tetap berlanjut pada edisi berikutnya. Majalah bulanan ini, semula berisikan 24 hal, akan menjadi 28 hal pada edisi berikutnya. Semoga Allah SWT, memudahkan usaha yang penuh makna ini dalam mencerdaskan anak bangsa.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Drs. Dedi Irwan
Lahir di Batusangkar tanggal 28 September 1967. SD sampai SMA di Batusangkar dan menamatkan S1 pada Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Batusangkar. Tamat April 1993 dan kemudian mengajar di MTSN Batusangkar sebagai tenaga honorer. Tahun 1992-2005 aktif mengelola kegiatan Pendidikan dan Dakwah Islam di bawah naungan Yayasan Pendidikan Dakwah Islam Wihdatul Ummah. Tahun 1995 bersama aktivis dakwah lainnya, mendirikan TK Qurrata Ayun , tahun 2005 mendirikan SDIT dan PAUD. Semenjak tahun 1998 diangkat sebagai guru PNS dan mengajar di SMAN 2 Batusangkar sampai sekarang. Tahun 2012 mendirikan LSM Anak Nagari Cendekia yang bergerak di bidang dakwah sekolah dan pelajar diamanahkan sebagai ketua LSM. Di samping itu sebagai distributor buku Islami dengan nama usaha Baitul Ilmi. Sejak pertengahan Desember 2012 penulis berkecimpung dalam dunia penulisan dan dua buku sudah diterbitkan oleh Hakim Publishing Bandung dengan judul: "Daya Pikat Guru: Menjadi Guru yang Dicinta Sepanjang Masa dan Belajar itu Asyik lho! Agar Belajar Selezat Coklat. Kini tengah menyelesaikan buku ketiga Guru Sang Idola: Guru Idola dari Masa ke Masa. Di samping itu penulis juga menulis artikel yang telah dimuat oleh Koran lokal seperti Padang Ekspress, Koran Singgalang dan Haluan. Nama istri: Riswati guru SDIT Qurrata Ayun Batusangkar. Anak 1 putra dan 2 putri, yang pertama Muthiah Qurrata Aini (kelas 2 SMPIT Insan Cendekia Payakumbuh), kedua Ridwan Zuhdi Ramadhan (kelas V SDIT ) dan Aisyah Luthfiah Izzati (kelas IV SDIT). Alamat rumah Luak Sarunai Malana Batusangkar Sumbar.

Lihat Juga

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini