Home / Konsultasi / Konsultasi Arsitektur / Rumah Saya Gelap dan Pengap, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Rumah Saya Gelap dan Pengap, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

EFEN BUDIANTO view 4dakwatuna.com

 

Pertanyaan :

Assalaamu’alaikum wrwb

Mas Andan yang saya hormati, saat ini saya sedang membangun rumah. Progress nya sudah sampai naik tembok. Namun kami bingung membuat atapnya. Kami ingin atap rumah berbentuk limas.  Minta tolong dibuatkan teras nya juga. Karena di lapangan belum ada dan tukang bingung mengerjakannya.

Mas Andan, denah yang ada nampaknya membuat rumah kami gelap dan pengap. Bagaimana cara mengatasinya? Padahal balok tembok atas sudah jadi. Tinggal naik atap saja dan finishing bagian bawah.

Saya juga bingung meletakkan kamar mandi, ruang cuci jemur dan ingin ada gazebo di belakang rumah. Data – data ukuran  saya lampirkan di email. Mushalla sebaiknya di dalam atau di gazebo luar ya ?

Mohon petunjuk dan sarannya Mas Andan. Terima kasih sekali atas tanggapannya.

Wassalaamu’alaikum wrwb

Budianto – Madura

 

Jawaban :

Wa’laikum salam wrwb

Pak Budianto di Madura, semoga Allah memberi kelapangan rezki hingga rumah nya bisa segera selesai terbangun. Semoga silaturahim kita via internet ini menjadi berkah dan bermanfaat bagi segenap netters yang mengakses nya.

Netters dakwatuna sekalian, sering kali saya jumpai orang datang konsultasi ke saya saat bangunan sudah berdiri. Ada yang baru pondasi, atau sudah tembok jadi namun belum ada atap seperti Pak Budianto. Ada juga yang bahkan sudah sampai finishing rapi.

Masalahnya sering kali bangunan tersebut terbangun tanpa panduan desain yang baik dan benar. Hingga banyak kaidah arsitektur yang kurang tepat. Mulai dari tata ruang yang kurang nyaman, sistem pencahayaan yang kurang dan sirkulasi udara yang tidak jalan.

Keterlambatan datang konsultasi ke saya juga ada beberapa faktor, bisa saja baru mengenal saya saat setelah bangunan terbangun, atau memang awam tentang ilmu bangunan. Hingga ibarat pasien, baru berobat ke dokter setelah sakit.

Saya sebagai arsitek memaklumi keadaan ini, karena memang ada beberapa faktor non teknis yang membuat hal sedemikian rupa. Bagi saya yang penting adalah bagaimana mengobati rumah yang sedang sakit ini. Obat nya tentu harus murah meriah, tepat guna sesuai kaidah ilmu bangunan dan cocok pula dengan selera pemiliknya.

Untuk kasus Pak Budianto satu – satunya cara adalah dengan membuat ‘tekukan cor dak atap’.  Bagian ini sebenarnya adalah talang dak beton yang ada di samping kiri dan kanan badan bangunan. Tempat jatuhnya air dari atap limasan. Namun pada beberapa titik cor dak talang diperlebar dan diberi lubang angin pada dinding atapnya.

Jika talang dak beton belum dibuat, maka kita bisa menyelipkan glass block pada cor dak talang tersebut. Hingga cahaya dapat masuk optimal, udara mengalir maksimal, namun air hujan tetap tidak masuk.

Pak Budianto, untuk kamar mandi, saya selipkan di tengah bangunan. Hingga ia menjadi pembatas antara ruang keluarga + ruang makan dan dapur yang saya pindahkan ke sisi garasi. Karena dapur menurut saya area service yang selayaknya bersebelahan pula dengan garasi yang juga merupakan area service.

Pola ini membentuk pandangan belakang yang lapang dan lega. Gazebo indah di belakang bisa kita lihat dengan jelas. Hingga jika ingin shalat di gazebo atau di mushalla dalam rumah dapat tetap nyaman dan sejuk.

Ruang cuci jemur bisa saya selipkan di belakang lahan. Bersama menara air yang cantik dan indah. Dengan pembatas tembok kisi – kisi membuat jemuran pakaian menjadi tersamar. Jadi area taman tetap terasa hijau segar nya.

Netters sekalian, sebenarnya desain ini adalah hasil konsultasi langsung dengan Pak Budianto. Desain ini adalah desain yang ke – 2. Sementara ini saya sedang membuat desain ke 3, karena ada sedikit revisi dan penyesuaian lapangan dari Pak Budianto.

Kita doakan semoga rumah Pak Budianto bisa segera selesai dengan rapi. Semoga Allah beri kemudahan dalam menyelesaikan permasalahan detail teknis di Madura sana. Karena jika berada di Jabodetabek tentu bisa langsung saya cek lapangan.

Demikian ulasan desain kita kali. Terima kasih atas akses nya. Mohon doa agar kami tetap dapat istiqamah memberikan informasi yang baik dan benar.

Akhirul kalam,

Wassalaamu’alaikum wewb

 

Andan Nadriasta, ST

Kirimkan email pertanyaan /order desain/pelaksanaan ke : [email protected]

(andan/sbb/dakwatuna)

denah awalEFEN BUDIANTO - interior ptongan tampak gazeboEFEN BUDIANTO - interior ptongan view 2EFEN BUDIANTO - interior view 1EFEN BUDIANTO tampak belakang view 2EFEN BUDIANTO tampak mukaEFEN BUDIANTO view 2EFEN BUDIANTO view 3EFEN BUDIANTO view 4

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Andan Nadriasta, ST
Lulusan Teknik Arsitektur angkatan 90 Univ. Pancasila. Bisa dihubungi di 0817-496-5742. Aktif menulis di media tahun 99. Sebagai pengisi rubrik griya di koran Republika. Sebelumnya sempat aktif di Tabloid Nova. Membantu pembuatan desain rumah tinggal yang di asuh oleh Ir. Nurhadi.Andan Nadriasta diambil dari bahasa sansekerta. Artinya adalah 'tangan yang berkarya'. Doa dari orang tua tersebut mengiringi segenap kegiatan dalam berkarya membuat disain rumah tinggal yang islami. Serta berdakwah di lingkungan sekitar hingga daerah yang dikunjungi.

Lihat Juga

Rumah Impian