Home / Berita / Nasional / Jokowi Dinilai Tak Paham Konstitusi Indonesia

Jokowi Dinilai Tak Paham Konstitusi Indonesia

Joko Widodo saat tampil pada Debat Capres ke-3, Ahad 22/6/14.  (kompas.com)
Joko Widodo saat tampil pada Debat Capres ke-3. (kompas.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Pernyataan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) yang siap mengeluarkan hak veto jika dijegal Koalisi Merah Putih (KMP) di Parlemen dinilai sebagai ketidakpahaman Jokowi dalam memahami konstitusi Negara Indonesia. Hal ini disampaikan Politisi Partai Golkar, Indra J Piliang dalam akun twitter @IndraJPiliang, Jumat (10/10).

Melalui akun twitternya @IndraJPiliang, dia mengatakan soal hak veto ini tidak ada di konstitusi Indonesia. Akan tetapi ia akui memang di negara lain, seperti Amerika Serikat ada. “Sy baca berita Pak @jokowi_do2 soal hak veto ini. Serius keleus bicaranya. Tp tidak ada dalam konstitusi Indonesiah Pak. Amrikiyah ada,” ucap dia.

Indra pun mengatakan keberuntungan mengatakan hal tersebut karena dirinya belum dilantik, sehingga bisa ditanya lebih lanjut maksud dari kata-katanya. “Pernyataan yang dikutip para jurnalis ini terlalu serius kesalahannya,” ujarnya.

Di Australia, tambahnya ada hak veto Majelis Rendah melawan majelis tinggi. Sementara di Amerika Serikat hak veto dimiliki antara Presiden melawan DPR. Sedangkan di Indonesia tidak ada sama sekali.

Seperti diketahui, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sama sekali tak menyebut bahwa Presiden memiliki hak veto. Hanya saja ada Pasal 20 ayat 2. Ayat itu menjelaskan, ‘setiap rancangan undang-undang dibahas oleh DPR dan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama’.

Ayat ini bermakna setiap RUU harus memiliki persetujuan DPR dan presiden. Sebelumnya Presiden SBY ‘dipaksa’ netizen untuk menggunakan haknya menolak RUU Pilkada berdasarkan ayat tersebut. (iea/rol/abr/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abdul Rohim
Seorang suami dan ayah
  • Hergi Yanto

    dulu saya pro bowo….tapi melihat politik kita yg sudah saling menjatuhkan, habis energi kita hanya utk “ribut” dan saling menjatuhkan….
    Bagaimanapun sistem Khilafah Islam adalah solusi utk umat islam, demokrasi bukanlah ajaran islam karena hasilnya hanyalah PERPECAHAN…..
    dan bukan berarti sya pro kowi….

Lihat Juga

PKS Ucapkan Duka Cita Mendalam untuk Korban Gempa Aceh