Home / Berita / Daerah / Kiprah Dokter Terpencil IMS, Tempuh Perjalanan 12 Jam Untuk Lakukan Bakti Sosial

Kiprah Dokter Terpencil IMS, Tempuh Perjalanan 12 Jam Untuk Lakukan Bakti Sosial

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

 

Perjalanan menggunakan perahu menuju Dusun Tinabu Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Tengah, Kepulauan Mentawai.  (Ibnu/IMS)
Perjalanan menggunakan perahu menuju Dusun Tinabu Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Tengah, Kepulauan Mentawai. (Ibnu/IMS)

dakwatuna.com – Mentawai.  Pada Kiprah Dokter terpencil kali ini, team medis IMS memutuskan sasaran aksinya di Dusun Tinabu Desa Saliguma, Kecamatan Siberut Tengah, Kepulauan Mentawai dengan target penerima manfaat 100 orang.

Team Medis IMS yang terdiri dari dokter, perawat, apoteker dan relawan medis harus menggunakan perahu kecil dan berjalan kaki puluhan kilometer untuk mencapai lokasi. Selain medan yang berat, kata dr. Saifuddin, fasilitas pendukung di dusun atau desa binaan IMS sangat minim tersedia.

Perjalanan ke dusun terpencil ini bisa dibilang cukup berat karena jarak yang mesti ditempuh mencapai 100 km. Jika menggunakan perahu kecil atau pompong butuh waktu 12 jam, menerjang ombak laut lepas lalu menyisir celah pohon bakau & sagu di sungai. Setelah menyusuri sungai, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melintasi gunung yang masih sangat alami. Butuh waktu sekitar 4 jam untuk jalan kaki karena tidak ada jalan yang bisa dilewati dengan sepeda motor.

“Perjalanan berat dan melelahkan ini terbayar lunas tatkala kami bisa memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terpencil ini. Bagi kami, kesehatan merupakan hak semua orang termasuk masyarakat tidak mampu, terpencil dan berada di pedalaman,” ujarnya.

Karena itu, tak berlebihan jika sambutan masyarakat begitu antusias ketika diadakan bakti sosial kesehatan berupa pengobatan gratis, khitanan massal gratis, penyuluhan dan kegiatan lainnya.

Tercatat sekitar 80-an warga yang datang berobat ke pokso kesehatan darurat IMS yang disiapkan oleh warga desa setempat. Ditempat  yang tidak jauh dari Posko IMS, sementara team medis mengobati warga yang datang ke posko, team atau relawan yang lain dibantu oleh warga setempat menyembelih hewan qurban berupa 1 ekor sapi. Warga yang datang berobat Selain mendapatkan layanan kesehatan dari IMS, mereka juga mendapatkan bingkisan berupa daging qurban yang disembelih tidak jauh dari lokasi pengobatan. Tidak hanya warga yg berobat saja, akan tetapi warga yang tidak berobat karena tidak ada masalah dengan kesehatan juga mendapatkan daging qurban.

Melihat antusias penduduk ini, dr. Saifuddin mengajak semua pihak memberikan kontribusi nyata untuk mengadakan kegiatan-kegiatan sosial khususnya di bidang kesehatan. “Jika semua bisa disinergikan kegiatan ini akan terasa ringan, kami berharap program Dokter Terpencil ini bisa terus dilakukan. Apalagi kalau ada dukungan berupa ambulance apung, klinik dan apotik apung serta fasilitas kesehatan lainnya, tentu akan mempermudah pelaksanaan layanan dan penyuluhan di bidang kesehatan,” pungkasnya.

Salah satu program IMS dalam rangka menyambut dan menyemarakkan hari raya Idul adha 1435 H adalah dengan mengadakan pelayanan kesehatan keliling terhadap masyarakat pedalaman di pulau-pulau sekitar Mentawai. Program kali ini berjalan lancar dan baik berkat dukungan dari berbagai pihak diantaranya BMH, INDOSAT dan Yayasan Sosial Pendidikan dan Dakwah Mentawai.  (sbb/dakwatuna)

 

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 2,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

MT Qonita Bersama IZI Adakan Bakti Sosial dan Bazar‎ Murah