Home / Berita / Nasional / Megawati Tidak Pernah Mendengar Aspirasi Publik

Megawati Tidak Pernah Mendengar Aspirasi Publik

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.  (inet)
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri. (inet)

dakwatuna.com – Jakarta. Kekalahan terus-menerus Koalisi Indonesia Hebat (KIH) ditingkat parlemen dinilai sebagai sikap Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang tidak mau “turun gunung” dalam memainkan perannya. Hal ini dikemukakan oleh Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus, Rabu (8/10).

“Baru babak awal membangun pertahanan, Megawati sudah kalah menempatkan satu pun kader terbaik dalam parlemen, baik DPR maupun MPR,” ujarnya. Ia menjelaskan ini adalah bagian dari rentetan kekalahan koalisi Indonesia Hebat di parlemen.

Kekalahan-kekalahan KIH dalam pengesahan UU Pilkada dan Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3), pemilihan pimpinan DPR dan pimpinan MPR dinilai akibat kurangnya rasa rendah hati Megawati.

“Megawati tidak pernah mendengar aspirasi publik sih,” ujar dia.

Petrus mengatakan, sikap rendah hati seperti itu yang dapat menjadi kunci kemenangan koalisi pendukung presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla di parlemen.

Sikap Megawati yang dianggap tidak mencerminkan negarawan tersebut, lanjut Petrus, dapat berimbas negatif terhadap pemerintahan mendatang. Berbagai program Jokowi-JK dalam Nawa Cita terancam gagal diimplementasikan.

“Publik tidak boleh berharap banyak dari visi misi Nawa Cita Jokowi-JK karena kegagalan-kegagalan akibat dari sikap Megawati yang salah menata kelola partai koalisi,” ujar dia.

Petrus berpendapat, parlemen memegang peranan penting bagi terwujudnya program pemerintah. Penjegalan program bisa terjadi jika parlemen dikuasai oleh kubu oposisi. Ujung-ujungnya, kata dia, lobi politik yang rentan akan praktik korupsi bisa terjadi.

“Kegagalan Megawati akan menghancurkan Nawa Cita koalisi Indonesia hebat Jokowi-JK,” ujar dia. (sag/kompas/abr/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abdul Rohim
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

OTT Politisi PDIP, KPK: Ada Komitmen Fee Senilai 404 Dolar Singapura