Home / Berita / Opini / PPP, Belajarlah!

PPP, Belajarlah!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Pendukung Partai Persatuan Pembangunan (inet) - Foto: rimanews.com
Pendukung Partai Persatuan Pembangunan (inet) – Foto: rimanews.com

dakwatuna.com Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan PPP tadi malam di sidang paripurna pemilihan pimpinan MPR, solid di awal, tapi kemudian terjerumus dan terjebak di menit-menit akhir injury time.

Perjuangan itu butuh pengorbanan dan kesetiaan dalam kondisi apapun. Bergabung dengan KMP bukan karena peluang menangnya besar, tapi karena keyakinan apa yang diperjuangkannya benar.

Sekarang sudah membalelo tergiur dengan iming-iming kursi pimpinan, dan ternyata kalah lagi. Saya bisa mengerti kegalauan dan kegamangan ketum PPP, Suryadharma Ali, ke mana harus berpijak di saat yang sama momentum ini dipergunakan elit politik PPP untuk menggoyang dan menggusur beliau dari kursi ketua umum. Buah simalakama, SDA yang konsisten sejak awal mendukung Prabowo sebelum cikal bakal KMP berdiri, yang menurut saya secara pribadi dia menghendaki tetap konsisten di KMP, namun desakan elit politik PPP lainnya tidak memberikan banyak pilihan dan ruang: ambil tawaran kursi pimpinan MPR dari KIH atau kursi ketum PPP melayang! dua pilihan buruk. Elit politik PPP seperti sedang bermain catur di lapangan hijau stadion GBK. Lapangan (space, domain) bermain sangat luas, namun membatasi diri sendiri di sudut-sudut gelap, sempit dan terbatas.

Elit politik PPP seharusnya mau bersabar, kursi pimpinan MPR bukanlah tujuan akhir, salah satu “pertempuran” dari sekitar pertempuran lainnya dari sebuah “peperangan”, kalah di satu pertempuran tak jadi masalah, dan kita akan memenangkan di pertempuran-pertempuran yang lain. Seperti pepatah mengatakan: “Win the war not the battle”. Jangan terlalu fokus pada kekalahan satu pertempuran atau pertandingan. Kompetisi masih panjang, atur nafas, pertandingan masih banyak. Tujuan sebenarnya adalah memenangkan kompetisi (“war”). Namun so far, dengan izin Allah, tadi malah kita memenangkan satu pertempuran (“battle”) lainnya.

Partai Demokrat malah berjiwa besar, dijanjikan menduduki kursi tertinggi sebagai ketua MPR di menit akhir malah secara dramatis diganti diberikan pada PAN karena pertimbangan taktis dinamika di lapangan. Terbukti, pertimbangan taktis ini tanpa ego kelompok, dengan kekuatan kebersamaan bisa memenangkan pertarungan malam tadi. Menempati pos pimpinan MPR salah satu perjuangan, bukan perjuangan sesungguhnya. Di hari-hari ke depan kesempatan PPP berkiprah dan memainkan perannya sangat terbuka.

KMP sekali lagi sudah demikian cakap, cerdas dan lugas bermain di pentas politik. Saya percaya KMP akan berjiwa besar menerima kembali PPP yang sudah kehilangan harga diri, muka dan kehormatan, jika PPP menyadari kekeliruannya.

Semoga mereka bisa mengambil hikmah pelajaran penting tentang arti kesabaran dan kesetiaan dalam perjuangan. Berjuang terus KMP masa depan NKRI ada di pundak kalian, doa kami menyertai setiap hembusan nafas dan desah kelehahan kalian di medan perjuangan. (usb/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Samin B

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 9,10 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Pengelola Yayasan Al-Manaar, yayasan dawah dan bahasa arab dan Yayasan Mitra Insan Madani Bandung. Staf Bidang Kaderisasi DPD Kota Bandung. Terus menerus belajar dalam banyak hal dan minat, menyebarkan firah Islam dalam bentuk tulisan yang bisa diterima berbagai kalangan. Membaca dan menulis adalah proses belajar yang melibatkan mata, pikiran, hati dan imajinasi sekaligus. Suatu kebahagian tersendiri andai bisa menulis sebuah tulisan yang dibangun dengan argumentasi yang baik, mampu menggugah dan mencerahkan fikiran orang lain, memberikan inspirasi dan motivasi bagi pembaca. Terus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain.

Lihat Juga

Panglima TNI Jenderal  Gatot Nurmantyo. (

Jenderal Gatot: TNI Titipkan Keutuhan NKRI Pada Para Ulama

Organization