Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Bukalah Gembok Hatimu!

Bukalah Gembok Hatimu!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Nikmat yang begitu besar karunia dari Allah SWT, memberikan nikmat waktu. Waktu yang mempunyai perhitungan dan bilangan, waktu yang terus berjalan mengiringi kita semua, waktu yang oleh manusia banyak disia-siakan dengan hal-hal tak bermanfaat, waktu yang oleh manusia digunakan untuk bermaksiat dan berbuat dosa, menyalahi tujuan hidup sebenarnya, tidak mempedulikan eksistensi sebenarnya tentang penciptaan manusia yang seharusnya tunduk, patuh, serta beribadah kepada Allah SWT. Begitulah manusia dengan dua kecenderungannya, alangkah beruntungnya hati mereka yang cenderung kepada ketakwaan dan ketaatan dan alangkah celakanya hati mereka yang cenderung kepada kemaksiatan dan kesia-siaan. Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?

Bulan adalah nikmat Allah yang luar biasa yang senantiasa mengitari bumi. Bumi yang dihuni oleh makhluk ciptaan Allah yang di antaranya adalah manusia. Bumi juga merupakan makhluk Allah di antara sekian banyak planet di galaksi bima sakti. Bumi adalah salah satu planet yang menghuni galaksi bima sakti, yang ukurannya tak sebesar Neptunus dan Uranus. Bumi yang ukurannya begitu kecil bila dibandingkan dengan Saturnus dan Jupiter. Alangkah indahnya Jupiter dengan ukurannya yang besar dan memiliki cincin. Tetapi Bumi tempat tinggal manusia tak pantas untuk berbangga diri karena ukurannya sangat kecil bila dibandingkan dengan Jupiter. Jupiter dengan cincinnya yang begitu indah juga tak pantas berbangga diri karena ukurannya tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan Matahari, pusat galaksi bima sakti. Matahari sebagai pusat galaksi bima sakti pun tak pantas berbangga karena statusnya sebagai pusat galaksi bima sakti, ternyata bintang Prosion dan Sirius besarnya dua kali lipat ukuran Matahari. Matahari tak patut berbangga diri karena ternyata ada bintang yang besarnya dua belas (12) kali lipat ukuran matahari, yaitu Capella. Matahari tak patut berbangga diri karena bintang Arcturus besarnya dua puluh empat (24) kali lipat ukuran Matahari. Matahari tak patut berbangga diri karena ukuran bintang Aldebaran empat puluh lima (45) kali lipat ukuran Matahari dan bintang Betelgeuse yang ukurannya dua ratus tiga puluh (230) kali lipat ukuran Matahari. Sejauh apa Matahari bisa menyombongkan diri sementara ada bintang Antares yang ukurannya lima ratus lima puluh (550) kali lipat ukuran Matahari. Sampai saat ini Antares adalah bintang ke-15 yang paling terang di angkasa. Jaraknya lebih dari 1000 tahun cahaya dari bumi, yang dalam skala Antares, Matahari sebagai pusat galaksi bima sakti hanya sebesar debu. Antares hanyalah salah satu bintang yang ada dari sekian banyak bintang yang sampai saat ini belum diketahui jumlahnya saking banyaknya.

Lantas mengapa manusia masih ingin berbangga diri dengan apa yang dimilikinya sekarang di muka bumi ini? Lantas mengapa masih ada manusia yang menyombongkan diri dengan harta, keindahan fisiknya, kecerdasannya? Padahal Matahari sebagai pusat galaksi bima sakti hanyalah sebesar debu bila dibandingkan dengan bintang Antares, bintang ke-15 yang paling terang di angkasa. Masihkah manusia ingin berbangga diri dan menyombongkan dirinya hanya dengan nikmat-nikmat pemberian Allah SWT? Lantas setelah itu dengan congkaknya melupakan Allah SWT Sang Pemberi Nikmat. Padahal kata Ustadz Muhammad Ali Lamu, Lc ., nikmat dari Allah SWT tak akan bisa dihitung kuantitasnya dan tak akan sanggup diukur kualitasnya. Kuantitas dan Kualitas nikmat yang tak akan sanggup dihitung dan diukur oleh sekelompok manusia sekalipun manusia yang dikumpulkan adalah manusia-manusia cerdas di bidang matematika dan fisika. Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?

Sesungguhnya inilah kecelakaan besar bagi manusia yang hatinya lalai dari Allah SWT. Inilah musibah besar saat lebih mengutamakan segala nikmat duniawi dari pada mempersiapkan bekal menuju akhirat kelak. Barangkali ini adalah persoalan hati, hati yang mungkin sedang digembok oleh hal-hal yang bersifat keduniaan sehingga lalai dari Allah SWT. Hal ini pun bisa terjadi pada orang-orang yang sering membaca Al-Quran namun sulit untuk memahami dan meresapi isi dan hikmah yang terkandung dalam Al-Quran.

Gembok hati, bisa jadi ia berupa kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia. Kemaksiatan yang sebenarnya telah diketahui manusia sebagai sebuah kemaksiatan, namun karena kemaksiatan tersebut telah menggembok hati dan telah menjadi pola pikirnya, kemaksiatan tersebut terus dilakukan. Apakah aliran darah tak mampu membendung kemaksiatan tersebut? Bagaimana bisa, sedangkan darah yang mengalir adalah hasil dari mengkonsumsi makanan-makanan yang haram. Atau bisa jadi makanan tersebut halal, namun berasal dari transaksi yang bersifat riba. Jangan heran bila tubuh ini terus melakukan kemaksiatan.

Barangkali gembok hati ini terbentuk dari aktivitas keduniaan yang melalaikan manusia dari mengingat Allah SWT. Bisa jadi aktivitas tersebut adalah kegiatan-kegiatan di kantor, di sekolah, di tempat-tempat umum, di pusat-pusat perbelanjaan, dan di berbagai tempat lainnya. Marilah kita semua (termasuk penulis) sejenak mentadabburi Al-Quran Surah Al-Mujadalah yang bercerita tentang ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepada Nabi Muhammad SAW tentang suaminya. Urusan suami istri adalah urusan yang terjadi di dalam kamar. Betapa komprehensifnya Islam mengatur urusan sederhana yang terjadi di dalam kamar. Urusan sederhana yang termasuk urusan kecil, urusan kecilpun ada panduannya di dalam agama Islam. Kata Ustadz Muhammad Ali Lamu, Lc., urusan kecilpun juga akan berpengaruh terhadap urusan-urusan besar. Makanya kemudian Islam mengatur dari urusan kamar sampai urusan parlemen.

Bisa jadi gembok hati itu mewujud dalam kesulitan, kesulitan untuk menangis mengingat azab Allah, Kesulitan untuk menitikkan air mata ketika shalat, Kesulitan untuk menjadi sedih mendengar pedihnya siksaan neraka. Kepada diri penulis pribadi dan para pembaca Dakwatuna yang dirahmati Allah SWT., marilah kita berusaha sekuat tenaga untuk membuka gembok yang selama ini mengunci hati kita. Percayalah dengan sepenuh kepercayaan bahwa yang membolak-balikkan hati adalah Allah SWT. Namun kita perlu berusaha agar hati ini terkondisikan untuk banyak-banyak mengingat Allah SWT. Barangkali dalam shalat kita masih sukar untuk mengkondisikan hati agar menjadi khusyuk, marilah bersama-sama kita pacu keinginan kita agar dapat membuka segala gembok yang telah mengunci hati. Gembok hati ini mungkin begitu sukar dilepas karena rasa cinta terhadap dunia yang berlebihan, tetapi optimislah dapat membuka gembok hati ini. Agar hati ini tak lagi terpaut pada nilai-nilai hampa nikmat di dunia, agar hati ini menjadi panutan pikiran dan raga. Untuk hati yang sedang tergembok, bukalah gembok itu sekuat tenaga, agar gembok hati tak lagi mengekang hati yang ingin mencinta Allah SWT. Betapa cemburunya Allah SWT mendapati hati yang tak dekat dengan-Nya. Betapa cemburunya Allah SWT menyaksikkan hati yang tak mencinta sarana-sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Betapa cemburunya Allah SWT mengetahui hati tak lagi berpaut untuk cinta kepada-Nya karena gembok hati. Bukalah gembok hatimu!

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mohamad Khaidir
Alumni Universitas Tadulako Sulawesi Tengah, Penulis Lepas, Akuntan, JPRMI Wilayah Sulawesi Selatan, FKAPMEPI Sulawesi Selatan.

Lihat Juga

(Video) Kebaikan Lelaki Suriah ini Membuat Perempuan Amerika Menangis