Home / Berita / Internasional / Afrika / Bayan Ikhwanul Muslimin di Peringatan Hari Kemenangan Mesir atas Israel ke-41

Bayan Ikhwanul Muslimin di Peringatan Hari Kemenangan Mesir atas Israel ke-41

Logo Jamaah Al-Ikhwan Al-Muslimun (actforamerica.files.wordpress.com)
Lambang Jamaah Ikhwanul Muslimin (actforamerica.files.wordpress.com)

dakwatuna.com – Kairo. Jamaah Ikhwanul Muslimin dalam bayan (keterangan) resminya, terkait peringatan 41 tahun kemenangan Mesir pada perang 16 Oktober 1973 menegaskan, bahwa bangsa Mesir tidak menginginkan campur tangan Angkatan Bersenjata Mesir dalam urusan partai politik dan pemerintahan. Tidak pula dalam urusan perekonomian negara, perusahaan ataupun proyek-proyek bangunan.

Organisasi ini kemudian menekankan dalam peringatan yang dilangsung pada hari Senin (6/10/2014), bahwa bangsa Mesir tidak menerima alasan apapun yang merubah prinsip seorang tentara yang bertugas untuk melindungi rakyatnya. Pada bulan Oktober 1973, tentara Mesir melawan Israel yang memang musuh mereka, namun sekarang di bawah rezim kudeta, yang terjadi justru para tentara itu membunuh rakyatnya sendiri, yang dulu bersama-sama berjuang mencapai kemenangan.

Jamaah ini kemudian menyebut bahwa pelibatan Angkatan Bersenjeta dalam kehidupan berpolitik di Mesir, telah menyebabkan terjadinya kemunduran seperti yang dialami militer pada tahun 1967. Namun setelah itu, rakyat merangkul para tentara, dan ini menjadi penyebab utama tercapainya kemenangan dalam perang Oktober 1973. Angkatan bersenjata menurut gerakan ini, dahulu adalah korban rezim politik yang melibatkannya ke dalam dunia politik, sehingga gagal secara politik dan menang secara militer. Oleh karena itu, rakyat merangkul angkatan bersenjata yang saat itu telah lalai dari kerja utamanya, yang semula dibentuk untuk memberi perlindungan kepada rakyat, sehingga akhirnya mereka dapat mencapai kemenangan melawan mitos yang berkembang kala itu dengan berhasil menaklukan Israel.

Bayan ini kemudian memberikan sanjungan apresiasi setinggi-tingginya kepada mereka yang ikut serta dalam perang 6 Oktober dan kepada pihak-pihak yang ikut serta dalam mempertahankan prinsip militer selama meletusnya perang tersebut. (msy/imo/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Syarief
Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Lihat Juga

Kebutuhan Hidup Semakin Mahal, Seorang Warga Mesir Frustasi Dan Membakar Diri