Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Meraih (Kembali) Kejayaan Islam

Meraih (Kembali) Kejayaan Islam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

islam tinggidakwatuna.com Allah menurunkan ajaran Islam kepada utusan-Nya, Nabi Muhammad saw., sebagai pedoman yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, terkait dirinya sebagai manusia, serta urusan antarmanusia. Ajaran ini (Islam) hadir sebagai petunjuk yang sempurna kepada manusia untuk menjalani kehidupannya sesuai dengan perintah dan ketentuan yang terdapat di dalam Al Quran dan As-Sunah. Allah menurunkan aturan (syariah) ini untuk kehidupan manusia yang akan menjadi standar dalam mempertanggungjawabkan amal perbuatan selama kita menjalani kehidupan di dunia.

Allah berfirman, “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imrân: 19).

Telah jelas bahwa di dalam ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa ajaran Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai oleh-Nya, sehingga dengan ber-Islam secara kaffah, menerapkan Islam secara penuh di dalam setiap lini kehidupan maka yang didapat adalah ridha Allah serta kebahagiaan dunia dan akhirat.

Islam Sebagai Agama yang Sempurna

Kesempurnaan Islam bersifat menyeluruh, terperinci, komprehensif, mencakup semua bidang di dalam kehidupan. Semua hal telah diatur jelas di dalam Islam, baik bidang politik, pemerintahan, hukum, pendidikan, sosial, budaya, dan ekonomi. Ajaran Islam yang sempurna menghantarkan muslim sebagai umat penganutnya menyandang predikat umat yang terbaik. Siapa yang memberikan predikat tersebut? Allah berfirman di dalam surat Al Imran ayat 110:

“Kamu (umat Islam) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Predikat umat terbaik ini langsung diberikan oleh Allah kepada umat Islam. Namun, satu hal penting yang perlu diingat bahwa yang menjadikan muslim kuat adalah Islam sehingga jika muslim benar-benar ber-Islam maka umat Islam akan menjadi umat yang terbaik.

Akan tetapi, keadaan muslim saat ini semakin jauh dari Islam. Islam dipisahkan dari bidang-bidang kehidupan seakan-akan Islam hanyalah mengatur tata cara ibadah kepada Allah saja. Padahal kesempurnaan ajaran Islam ini menjadi sebuah pedoman untuk tercapainya tata kehidupan yang sempurna karena Islam adalah solusi dari berbagai permasalahan yang ada saat ini.

Berdasarkan hal tersebut, telah jelas bahwa diperlukan segologan manusia yang bergerak untuk memahamkan umat, berjuang di barisan penegakkan kembali syariat-syariat Islam, menjadikan Islam sebagai dasar aturan di setiap bidang kehidupan, membuat umat kembali kepada Islam. Dengan demikian, predikat Khairu Ummah (Umat terbaik) dapat diraih dengan adanya umat yang benar-benar kuat keIslamannya.

Tidakkah Kita Mengingat Kejayaan Islam yang Dulu Pernah Terjadi?

Sejarah Islam telah mencatat bahwa peradaban Islam memegang rekor tercepat dan terbesar dalam mempengaruhi dan menaungi kehidupan global. Tercepat, karena kaum muslim membutuhkan waktu yang relatif pendek untuk melampaui wilayah geografis kekuasaan Romawi pada masa kejayaannya. Kurang lebih 100 tahun semenjak khilafah berdiri, wilayah Islam sudah mencapai satu setengah kali kekuasaan Kaisar Trajan (100 M). Dikatakan terbesar karena kekuasaan Islam membentang hingga 4500 mil melewati tiga benua, yakni Asia, Afrika dan Eropa.

Selain itu, Islam juga meraih kejayaan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Tentu kita ingat kepada Al-Khawarizmi yang menenukan aljabar, Ibnu Sina –Bapak Kedokteran Modern- pembuat buku Al Qanun Fit Tib yang telah digunakan universitas-universitas Eropa selama 500 tahun, Ibnu Ismail Al Jazari sebagai Father of Robot (Bapak Robotika), serta dikenal pula Ibnu Battuta sebagai petualang hebat yang menempuh 117.000 km dalam 30 tahun.

Tak hanya itu, Islam juga mencatat keberhasilan seorang pemimpin hebat yang menaklukan Konstantinopel pada tahun 1453 bersama pasukan hebatnya, yakni Muhammad Al Fatih. Sebuah pembuktian akan janji Rasullah saw. bahwasanya kota Konstantinopel dan Roma akan ditaklukan oleh Islam. Akhirnya setelah 825 tahun penantian Konstantinopel takluk oleh pasukan hebat di bawah kepemimpinan seorang pemuda berusia 21 tahun, Muhammad Al Fatih.

Kunci Kesuksesan Umat Islam

Apa yang membuat umat Islam dapat meraih semua kejayaan dan keberhasilan pada masa itu? Tentu keberhasilan itu diraih karena Umat Islam yang memegang teguh kepada syariat-syariat Islam. Mereka meyakini Islam dan mengamalkannya. Mereka menjadikan Allah dan Rasulullah sebagai pemegang otoritas dalam hidupnya. Sebagaimana Muhammad Al Fatih dalam khutbahnya pada 29 Mei 1453:

“wajib bagi setiap pasukan, menjadikan syariat selalu di depan matanya

dan jangan sampai ada di antara mereka yang melanggar

syariat yang mulia ini.”

Janji Allah atas kemenangan Islam pasti benar. Allah telah menetapkannya di dalam surat Al Mujadilah ayat 21 bahwa “Allah dan Rasul-Nya pasti menang.” Tinggalah saat ini keputusan kita sebagai umat Islam maukah untuk menjadi bagian dari perjuangan itu?

“Apakah kita menjadi bagian dari orang-orang yang memperjuangkan terwujudnya kemenangan itu?”

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Suci Wulandari
Suci Wulandari, mahasiswa Teknik Fisika 2013 Universitas Gadjah Mada. Peserta Program Pembinaan Sumber Daya Manusia Strategis Nurul Fikri (PPSDMS NF) Regional 3 Yogyakarta angkatan 7.

Lihat Juga

Ilustrasi. (collegeaffairs.in)

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini

Organization