Home / Berita / Daerah / Jabar Provinsi Satu-Satunya di Indonesia yang Miliki Dewan Kebudayaan

Jabar Provinsi Satu-Satunya di Indonesia yang Miliki Dewan Kebudayaan

 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar. (pks.or.id)
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar. (pks.or.id)

dakwatuna.com – Bandung. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan Pemerintah provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan membentuk dewan kebudayaan. Pemprov Jabar, kata Deddy, terus melakukan pembahasan serta percepatan agar dewan kebudayaan terealisasi.

“Dewan kebudayaan dibentuk untuk melestarikan nilai-nilai budaya,” katanya, di Bandung, Senin (6/10). Jika terbentuk, Jabar merupakan provinsi satu-satunya yang memiliki dewan kebudayaan.

Pemprov Jabar, lanjut Deddy akan kembali meninjau peraturan gubernur (pergub). Setelah itu, tambahnya, Pemprov akan mengundang dewan kebudayaan untuk hadir dalam rapat paripurna. “Rapat pertama itu untuk membentuk kepengurusan. Untuk kepengurusan bukan dari kita, tapi dari mereka sendiri yang menentukan,” jelas Deddy.

Menurut Deddy, sebenarnya struktur keorganisasian dewan kebudayaan sudah terbentuk. Namun, orang orang yang ada di dalamnya belum ada. Deddy menilai, dewan kebudayaan sendiri sangat penting untuk menjaga nilai nilai kebudayaan di Jawa Barat. Sehingga, nantinya dewan kebudayaan tersebut akan memberikan masukan-masukan kepada pemerintah.

“Salah satu peran dewan kebudayaan adalah melihat bagaimana kemungkinan yang terjadi saat nilai-nilai budaya berubah di masyarakat,” paparnya. Deddy juga menjelaskan, dewan kebudayaan juga dapat memberikan pertimbangan ke pemerintah daerah, dan mengundang pakar lain mendiskusikan kesenian produk budaya.

“Kemungkinan perubahan nilai-nilai budaya di masyarakat akan menjadi pemikiran dewan kebudayaan. Termasuk perubahan nilai-nilai budaya disela pengembangan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Demiz mencontohkan, budaya apa yang akan muncul nanti, ketika Waduk Jatigede digenangi air atau ketika Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati sudah beroperasional tahun 2017. “Jadi nanti apa yang musti disiapkan. Akan terjadi pergeseran nilai di masyarakat, dari agraris ke industri. Kemudian sekolah-sekolah, keterampilan apa yang harus diprioritaskan, jangan-jangan bahasa penting. Jangan-jangan kita tidak siap menghadapi perubahan itu,” ucap Demiz.

Dewan kebudayaan sendiri, lanjut Demiz akan diisi oleh orang-orang yang berasal dari berbagai unsur, baik budayawan, seniman, ahli haki, ahli lingkungan maupun lainnya. Selama ini dewan kebudayaan tidak pernah terbentuk di tanah air. Artinya pembentukan dewan kebudayaan di Jawa Barat adalah yang pertama dilakukan.

“Jadi bukan hanya seniman dan budayawan saja. Dewan kebudayaan di Indonesia belum ada, sekarang adalah yang pertama, tapi kalau dewan kesenian itu ada,” tutur dia. (gus/inilah/abr/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 6,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abdul Rohim
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Jadi Anggota Luar Biasa WANADRI, Aher: Terimakasih atas Peran Wanadri Membangun Generasi Muda