Home / Narasi Islam / Resensi Buku / 5 Langkah Cepat Naik Haji

5 Langkah Cepat Naik Haji

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "5 Langkah Cepat Naik Haji".
Cover buku “5 Langkah Cepat Naik Haji”.

Judul: 5 Langkah Cepat Naik Haji
Pengarang: Ustadz Adi Abdillah
Penerbit: Mutiara Media
Tempat Terbit: Yogyakarta
Cetakan I: 2012
Jumlah Halaman: 152 halaman
Harga Buku: Rp. 22.500,-

 

dakwatuna.com – Sudah menjadi impian setiap muslim untuk menunaikan Rukun Islam yang kelima, yaitu pergi ke Tanah Suci, mengunjungi rumah Allah. Bersujud, bersimpuh, mengadukan segala persoalan hidup, dan meminta hajat langsung di hadapan Ka’bah. Berdoa di sisi Ka’bah itu benar-benar didengar dan dijabah doanya. Khususnya di tempat-tempat tertentu di kawasan Masjidil Haram. Setidaknya ada tujuh tempat yang sangat mustajab untuk berdoa di Masjidil Haram antara lain: Multazam, Hajar Aswad, Sumur Zamzam, Hijir Ismail, Maqam Ibrahim, Bukit Shafa dan Marwah, dan Padang Arafah. Lalu, apa sajakah lima langkah cepat naik haji?

Langkah Pertama: Punya Impian dan Kemauan Kuat

Tanamkan betul-betul impian ingin ke Tanah Suci, ke Tanah Suci bukanlah mimpi. Ingat impian bukanlah mimpi. Jika mimpi itu hanya bunga tidur saja. Tapi, impian adalah cita-cita yang mendekati kenyataan dan Anda punya usaha untuk meraihnya.

Langkah Kedua: Visualisasikan

Visualisasi adalah mendekatkan impian sedekat-dekatnya dengan mengondisikan diri seolah impian itu akan jadi nyata atau sudah nyata. Jika kita hanya ingin pergi ke Tanah Suci, maka kemauan kita mungkin hanya tinggal asa. Tetapi jika kita punya kemauan pergi ke Tanah Suci, maka kemauan itu akan dekat dengan kenyataan. Lalu bagaimana cara membuktikan bahwa kita mau ke Tanah Suci?

Dapat dibuktikan dengan, 1) menabung baik dilakukan di rumah atau di bank tertentu yang menyediakan tabungan haji, 2) bikin paspor, 3) Fala Rofats, wala fusuqo, wala jidal (Ayat ini berkenaan dengan niat jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, hendaknya meninggalkan perkataan-perkataan yang seronok (rafats) yang mengundang birahi, perbuatan fasiq dan caci maki, bertengkar, rebut, dan sebagainya), 4) Siapkan foto Anda (menyiapkan foto berlatar belakang warna putih dan menampakkan 80% wajah Anda merupakan salah satu syarat untuk bisa berangkat umrah dan haji), 5) Ikuti acara-acara manasik haji atau umrah, 6) Hapalkan doa-doa ibadah haji/ umrah.

Langkah Ketiga: Doa Terus-Menerus

Teruslah berdoa jangan pernah jemu karena Allah pun tidak pernah jemu mendengar doa kita. Janganlah pesimis Insya Allah doa-doa kita untuk pergi ke Tanah Suci dikabulkan-Nya. Tinggal nunggu waktu yang tepat saja. Oleh karena itu, kita harus cerdas dalam berdoa yaitu: 1) cerdas dalam redaksi (Redaksinya harus jelas, tepat, dan mengena; susunlah kalimat yang enak dan pas dalam berdoa; anggaplah dalam berdoa kita sedang “curhat” dengan Allah SWT) , 2) Cerdas dalam tempat (Berdoalah di tempat-tempat yang memang Allah SWT dan Rasul-Nya kabarkan, bahwa tempat-tempat tersebut adalah tempat yang jika seorang hamba berdoa, maka doanya dijabah oleh Allah SWT; tempat mustajab dalam berdoa telah disebutkan di atas namun jika Anda belum kesampaian ke sana, maka mintalah didoakan oleh jamaah haji yang mau berangkat ke Tanah Suci; tulis di kertas agar ia membacakannya di depan Ka’bah), dan 3) cerdas dalam waktu (waktu-waktu dimana doa-doa kita mustajab, antara lain: saat berbuka puasa, saat sahur, saat siang hari ketika berpuasa, antara azan dan istiqomah, setelah solat wajib, sepertiga malam terakhir, saat didzalimi, dan lain-lain).

Langkah Keempat: Sedekah

Sedekah adalah kunci jawaban bagi orang-orang beriman atas berbagai masalah yang menjerat hidupnya. Manfaat sedekah antara lain: melapangkan rezeki, menolak ba’la, dan lain-lain.

Langkah Kelima: Tawakkal Ilallah

Tawakkal Ilallah atau pasrah pada Allah SWT secara totalitas merupakan jurus ampuh kelima untuk mempercepat langkah kaki kita ke Tanah Suci. Kepasrahan total pada Allah ini bukti ketundukan kita pada-Nya, bukti kelemahan kita di hadapan-Nya, dan bukti bahwa kita mengagungkan dan meninggikan-Nya. Orang yang pasrah pada-Nya, akan beranggapan bahwa setiap takdir yng menimpa-Nya adalah yang terbaik dari-Nya. Ketika hati sudah benar-benar pasrah pada-Nya, ia akan mengatakan dalam sanubarinya, “Ya Allah … aku sudah melakukan semuanya … kini aku bertawakkal pada-Mu, aku serahkan urusan ini total pada-Mu. Apapun yang akan Engkau lakukan, aku siap menerimanya. Aku hanya sungguh–sungguh ingin ke Tanah Suci-Mu ya Allah.”

Selain itu, buku ini dilengkapi kisah-kisah penuh hikmah dari orang-orang yang mampu merealisasikan impiannya untuk ke Tanah Suci. Insya Allah melalui buku ini berbagai kesulitan untuk pergi berhaji dapat dengan mudah teratasi. Buku ini memberikan cara-cara cerdas untuk bisa segera ke Tanah Suci.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (12 votes, average: 7,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Adila Rarasthika
Mahasiswi Biologi yang tengah menyelami dunia tulis-menulis. Sampai saat ini tergabung dalam Forum Lingkar Pena untuk melatih kemampuan menulisnya. Tulisan resensinya pernah dimuat di harian ternama Jakarta.

Lihat Juga

Hingga kini, Visa Haji Gelombang Dua Belum Selesai