Home / Berita / Internasional / Asia / Hamas Lakukan Uji Coba Rudal, Warga Israel Langsung Ketakutan

Hamas Lakukan Uji Coba Rudal, Warga Israel Langsung Ketakutan

Senjata berat batalion Izzuddin Al-Qassam yang digunakan dalam perang melawan Israel (felesteen.ps)
Senjata berat batalion Izzuddin Al-Qassam yang digunakan dalam perang melawan Israel (felesteen.ps)

dakwatuna.comPalestina. Salah seorang petinggi senior militer Israel mengaku, bahwa uji coba rudal yang dilakukan oleh Hamas telah membuat warga Israel ketakutan, karena suara tembakan rudal itu telah menyebabkan sirene-sirene di Israel berbunyi.

Ia kemudian mengklaim, bahwa Hamas melakukan uji coba roket tempurnya itu berada di bawah pantauan satelit milik militer Israel dan perangkat intai lainnya. Ia kemudian mengatakan bahwa salah satu rudal itu diujitembakkan ke arah laut yang berlokasi dekat permukiman Israel. Tembakan rudal itu telah menyebabkan aktivasi sistem peringatan bekerja cepat, terelebih dalam beberapa hari terkahir ini, uji coba rudal itu dilakukan lebih dari satu kali.

Pejabat militer senior ini kemudian menekankan, bahwa uji coba senjata yang dilakukan oleh Hamas ini merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata, yang diantara pointnya adalah mencegah pengembangan kemampuan senjata dan larangan penyelundupan senjata.

Ia kemudian menegaskan bahwa Israel dalam beberapa waktu kedepan akan menyampaikan hal tersebut dalam perundingan tidak langsung dengan gerakan Hamas yang akan dilangsung di Kairo dalam waktu dekat. Petinggi militer Zionis ini akan meminta uji coba rudal yang dilakukan oleh Hamas dan pengembangan senjatanya untuk segera dihentikan. (msy/fps/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (18 votes, average: 8,94 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Syarief
Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina