Home / Berita / Internasional / Asia / Hamas Bersiap Tukar Tawanan dengan Zionis, Poster ini Selimuti Jalur Gaza

Hamas Bersiap Tukar Tawanan dengan Zionis, Poster ini Selimuti Jalur Gaza

Poster "Wafa' Al-Aharar 2" dipasang di sudut-sudut kota Gaza (felesteen.ps)
Poster “Wafaa’ Al-Ahrar 2” dipasang di sudut-sudut kota Gaza (felesteen.ps)

dakwatuna.com – Gaza. Poster dalam ukuran besar terpampang di jantung kota Gaza bertuliskan “Sebentar lagi… Wafaa’ Al-Ahrar 2” akan terwujud. Poster ini berada di beberapa titik jalan utama di kota Gaza. Hal ini menjadi kabar gembira terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza, karena menandakan dalam waktu dekat akan ada kesepakatan pertukaran tawanan dengan Zionis Israel.

Wafaa’ Al-Ahrar merupakan istilah yang dulu digunakan para pejuang Hamas dalam melakukan pertukaran tawanan seorang tentara Israel, Gilad Shalith dengan lebih dari 1000 orang warga Palestina yang ditawan di penjara Israel. Dan saat ini, para petinggi Hamas berjanji untuk melakukan pertukaran tawanan serupa dengan Israel.

Pada tanggal 25 Juni 2006 lalu, Gerakan Perlawanan Islam, Hamas berhasil menawan seorang tentara Israel yang bernama Gilad Salith, yang kemudian dibebaskan pada tanggal 11 Oktober 2011. Ia ditukar dengan 1027 tawanan Palestina sebagai kompensasi terhadap pembebasan Shalith.

Sedangkan dalam perang selama 51 hari antara Palestina – Israel yang baru berakhir Agustus kemarin, seorang tentara Israel dapat kembali ditawan oleh sayap militer Hamas, batalion As-Syahid Izzuddin Al-Qassam. Tentara itu bernama Sha’ul Aron. Namun belum ada kepastian kapan tepatnya tawanan ini akan ditukar dengan tawanan Palestina yang mendekam di dalam penjara Zionis Israel, yang kini jumlahnya mencapai 7000 orang. (msy/fps/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Syarief
Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina