Home / Berita / Internasional / Asia / Buntut Pengakuan Terhadap Palestina, Zionis Panggil Dubes Swedia

Buntut Pengakuan Terhadap Palestina, Zionis Panggil Dubes Swedia

PM. Swedia,  Stefan Lofven sampaikan dukungannya terhadap Palestina di depan parlemen Swedia (timesofisrael.com)
PM. Swedia, Stefan Lofven tengah menyampaikan pidato di depan parlemen Swedia (timesofisrael.com)

dakwatuna.comPalestina. Menlu Israel, Avigador Lieberman mengaku geram dengan pernyataan PM. Swedia, Stefan Loefven, karena ia telah menyampaikan dukungan negaranya terhadap kemerdekaan Palestina.

Sebagai wujud kekesalannya, Liebermen memanggil Dubes Swedia untuk Israel, Carl Magnus, guna mempertanyakan sikap yang diambil oleh perdana menterinya dikala menyampaikan sambutan dalam acara pelantikan jabatan dihadapan anggota parlemen Swedia.

Menurut Lieberman, Stefan Loefven tidak memahami detail permasalahan yang sebenarnya terjadi. Menteri Luar Negeri Zionis ini kemudian menuduh, bahwa selama dua dekade terakhir ini, justru pihak Palestina-lah yang selalu menjadi batu sandungan dalam upaya mengakhir konflik politik yang terjadi antar kedua belah pihak.

Dalam keterang pressnya pada hari Ahad, (5/19/2014) kemarin, Liebermen menegaskan, bahwa kehadiran pihak ketiga tidak akan menjadi solusi pengganti terhadap upaya perundingan langsung antara Israel dan Palestina. Ia kemudian menyebut bahwa solusi untuk mengakhiri permasalahan Palestina dapat ditempuh secara bertahap, dan itu hanya dengan melibatkan pihak Israel dan bangsa-bangsa Arab.

Sebelumnya pada hari Jum’at (3/10/2014) PM Swedia, Stephen Lofven menyatakan dukungannya terhadap kedaulatan negara Palestina. Kendati hal ini baru disampaikan dalam sidang parlemen negerinya, namun respon dari dunia internasional sudah berdatangan.

Presiden Otoritas Palestina, Mahmud Abbas, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Swedia atas sikapnya ini, ia berharap agar langkah ini juga diikuti oleh negera-negara Eropa yang lain.

Sedangkan pihak Amerika Serikat melalui jubir Kemenlu mengatakan, bahwa Amerika mendukung berdirinya negara Palestina yang lahir dari meja perundingan, dimana kedua belah pihak harus saling mengakui kedaulatan satu sama lain. (msy/fps/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Syarief

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Syarief
Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina