Home / Berita / Internasional / Eropa / Datang ke Swedia Sebagai Pengungsi, Gadis Muslimah Bosnia Ini Kini Jadi Menteri

Datang ke Swedia Sebagai Pengungsi, Gadis Muslimah Bosnia Ini Kini Jadi Menteri

Aida Hadziali (blic.rs)
Aida Hadziali (blic.rs)

dakwatuna.com – Stockholm. Saat datang ke Swedia, dia masih anak kecil berusia 5 tahun. Dia harus mengungsi meninggalkan perang Bosnia tahun 1992 yang sangat mengerikan. Dia tumbuh besar di kota Halmstad, dan belajar di Universitas Lund fakultas hukum.

Karirnya dimulai dengan sangat baik, hingga diangkat menjadi wakil walikota tempatnya mengungsi, Halmstad. Hari Jumat kemarin (3/10/2014), dia diangkat menjadi seorang menteri dalam pemerintahan Swedia, memegang departemen yang cukup penting. Dia adalah Aida Hadziali, yang kini berusia 27 tahun.

Aida Hadziali dilahirkan pada tahun 1987 di Foča, sebuah kota kecil di Bosnia. Dia pernah terpilih menjadi salah satu dari 100 wanita dengan bakat dan potensi istimewa versi majalah ekonomi Veckans Affarer. Saat itu Aida Hadziali menempati nomor 10.

Karena memiliki segudang bakat dan potensi, Stefan Lofven, perdana menteri Swedia baru, menjadi menteri pendidikan para universitas dan pengembangan potensi. Saat ini kabinet Lofven mendapat pujian beberapa pihak, terutama dari kalangan aktivis perempuan, karena menyamakan komposisi laki-laki-perempuan 12:12. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,40 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Mengenal Guru Ngaji Pakar Offshore yang Kini Jadi Menteri ESDM