Home / Berita / Opini / Idul Adha, Momentum SBY-Megawati Saling “Berqurban”

Idul Adha, Momentum SBY-Megawati Saling “Berqurban”

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (detik.com)
Ilustrasi. (detik.com)

dakwatuna.com Qurban berasal dari bahasa Arab,  Qurban atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah secara harfiah berarti hewan sembelihan. Atau secara bahasa Arabnya qurban diambil dari kata : qaruba (fi’il madhi) – yaqrabu (fi’il mudhari’) – qurban wa qurbaanan (mashdar). Artinya, mendekati atau menghampiri.

Qurban, dalam fiqih Islam yaitu hewan yang dipotong dalam rangka taqarrub kepada Allah, berkenaan dengan tibanya Idul Adha atau yaumun nahr, pada tanggal 10 Dzulhijjah. Disebut Disebut hari nahr (atas dada),  karena pada umumnya, waktu dulu, hewan yang dipotong itu adalah unta yang cara pemotongannya atau penyembelihannya dalam keadaan  berdiri dengan ditusukkannya pisau ke lehernya dekat dada unta tersebut. Kemudian di kalangan kita populer dengan sebutan “qurban” artinya sangat dekat, karena hewan itu dipotong dalam rangka taqarrub kepada Allah.

Nah, jika momentum hari raya qurban ini kita kaitkan dengan kondisi politik yang sedang terjadi dewasa ini di tanah air di mana terjadi tarik-menarik antara kubu Presiden SBY dengan Partai Demokrat-nya dan kubu mantan Presiden Megawati dengan PDIP-nya.

Partai Demokrat telah berulang kali menyatakan posisinya di pemerintahan yang akan datang adalah sebagai kekuatan penyeimbang. Artinya, Partai Demokrat bisa saja suatu waktu berpindah ke kubu PDIP dan mendukung pemerintahan Jokowi-JK meskipun Partai Demokrat telah mendapat “jatah” kursi wakil ketua DPR RI pada sidang paripurna DPR RI Rabu (1/10/2014) lalu.

SBY berulang kali memberikan sinyal kepada Megawati agar “berqurban” atau mendekat kepadanya jika memang menginginkan dukungan dari Partai Demokrat. Akan tetapi tampaknya Megawati masih enggan bertemu langsung dengan SBY. Dia hanya mengutus Jokowi, JK, Surya Paloh dan Puan Maharani untuk bertemu dengan SBY pada Rabu (1/10/2014) lalu. Namun para utusan ini tidak bisa bertemu SBY.

“Ibu Megawati telah meminta kepada Bapak Jokowi, Pak JK, Mbak Puan, dan Pak Surya Paloh untuk bertemu dengan Pak SBY. Ibu bersedia bertemu,” kata politisi senior PDIP Pramono Anung Kamis (2/10/2014) dini hari seperti dilansir detik.com.

Pramono mengatakan, baik Jokowi, JK, Puan maupun Surya Paloh sudah berusaha menghubungi SBY. Dia juga ikut berusaha dengan menghubungi Djoko Suyanto. Namun tak ada respons positif yang didapat.

Padahal, Pramono menambahkan, jika saja utusan Megawati berhasil menemui SBY, pembicaraan dengan Megawati bisa dilakukan lewat telepon.

“Jika ditemui, Ibu akan menelepon melalui mbak Puan. Tapi yang diutus Ibu tidak bisa bertemu Pak SBY,” tutur mantan Wakil Ketua DPR ini.

Keengganan SBY menemui para utusan tersebut mungkin dikarenakan SBY ingin bertemu langsung dengan Megawati tanpa perantara, baik melalui utusan Megawati ataupun melalui sambungan telepon.

Hal ini sempat diungkapkan langsung oleh SBY pada sebuah acara di televisi. Saat itu SBY mengatakan keinginannya untuk bertemu dengan Megawati. Dia mengatakan sejak lebih dari sepuluh tahun yang lalu tidak pernah bertemu dengan Megawati.

Seharusnya, jika memang SBY berkeinginan untuk bertemu dengan Megawati, pihaknya jangan hanya “menunggu bola” tapi juga proaktif “menjemput bola” atau dengan kata lain SBY lah yang mengalah dan menemui Megawati jika memang dia ingin bertemu dengan Megawati seperti yang diutarakannya itu. Hal ini terlepas dari kepentingan politik dan ego masing-masing. Sebagai sesama Muslim harusnya salah satu ada yang mengalah karena hal ini merupakan preseden buruk bagi bangsa ini. Mereka adalah negarawan dan pemimpin bangsa ini. Maka, sudah selayaknyalah keduanya bersikap arif dan bijaksana. Memberi contoh kepada rakyat bahwasanya memelihara permusuhan itu tidak ada gunanya.

Jadi, akankah Megawati mengalah dan memenuhi keinginan SBY untuk “berqurban”? Atau sebaliknya SBY yang “berqurban” ke Megawati? Seharusnya Hari Raya Idul Adha ini bisa mereka jadikan momentum untuk saling mendekati.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Dedi Mustofa
Pimpinan Redaksi pasberita.com

Lihat Juga

Program layanan Infaq Qurban melalui GO-TIX, Kerjasama RZ dan Go-JEK. (bigsmile Indonesia)

RZ Bersama GO-JEK Luncurkan Layanan Infaq Qurban

Organization