Home / Berita / Daerah / Jaringan Sekolah Islam Terpadu Tolak Instruksi Ahok yang Larang Potong Qurban di SD

Jaringan Sekolah Islam Terpadu Tolak Instruksi Ahok yang Larang Potong Qurban di SD

Ilustrasi - Penyembelihan binatan qurban (picasaweb/PKS Sukahati-Cibinong)
Ilustrasi – Penyembelihan binatan qurban (picasaweb/PKS Sukahati-Cibinong)

dakwatuna.com Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengeluarkan instruksi yang salah satu isinya melarang kegiatan pemotongan hewan qurban di lokasi sekolah pendidikan dasar. Instruksi tersebut ditandatangani 17 Juli 2014 oleh Ahok selaku Plt Gubernur DKI Jakarta.

Menyikapi hal tersebut, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) wilayah DKI Jakarta menyatakan menolak instruksi pelarangan itu.

“Menolak instruksi gubernur no. 67 tahun 2014 pada point pelarangan pemotongan hewan kurban di Sekolah Dasar”, demikian seperti dikutip dalam pernyataan sikapnya yang diterima redaksi dakwatuna, Jum’at (3/10/2014).

Dalam rilisnya tersebut, JSIT mengungkapkan bahwa kurikulum pendidikan nasional tahun 2013 menuntut sekolah untuk mengajarkan 4 kompetensi inti. Salah satu kompetensi inti yang menjadi perhatian adalah kompetensi pertama tentang spiritualitas.

JSIT berpendapat bahwa momentum hari raya Idul Adha adalah saat yang tepat bagi sekolah untuk menguatkan kompetensi spiritualitas siswa.

JSIT pun menghimbau sekolah-sekolah Islam di DKI Jakarta, khususnya Sekolah Islam Terpadu, untuk memanfaatkan momentum hari raya Idul Adha dari hari besar Islam lainnya untuk diisi dengan program yang dapat memperkuat aspek spiritualitas siswa.

Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta, Tubagus Arif, juga menyayangkan adanya pelarangan tersebut.

“Jika hanya diatur mengenai kebersihannya, kehalalannya, dan sebagainya, itu oke. Tapi jika pemotongan hewan qurban dilarang di SD, itu melanggar norma agama. Sebagai lembaga pendidikan, sekolah dasar juga merupakan sarana syiar dan pendidikan dalam hal agama. Jadi seharusnya tidak dilarang,” ujar Tubagus Arif saat dihubungi redaksi dakwatuna, Kamis (25/9/2014).

Ahok sendiri sempat menyatakan bahwa pelarangan tersebut dilakukan dengan alasan agar anak-anak tidak melihat dan tidak kotor.

“Itu verbalnya dari dinas peternakan. Soal SD itu memang dari permintaan kepala sekolahnya waktu rapat. Bukan saya yang larang motong kurban, mereka minta kalau bisa potong kurban jangan di SD biar anak-anak nggak ngelihat sama biar nggak kotor,” kata Ahok di balai kota DKI, Jakarta, Rabu (24/9/2014). (dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Menteri agama Turki menerima perwakilan muslim Rohingya. (Islammemo.cc)

Menag Turki: Dunia Islam Bertanggungjawab atas Tragedi Muslim Rohingya

Organization