Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Aku Pilih Dua Kalimat Suci

Aku Pilih Dua Kalimat Suci

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (bundafairy.blogspot.com)
Ilustrasi. (bundafairy.blogspot.com)

dakwatuna.com Terkejut aku dibuatnya, dakwah ini telah banyak merubah wajah manusia polos menjadi disegani dan diteladani karena ilmunya. Apa gerangan yang membuat banyak orang mencintai jalan dakwah ini kalau bukan karena janji pasti atas kenikmatan yang tiada tanding dari sang pencipta.

Kini aku mulai berpikir kenapa selalu ada manusia yang siap menggantikan kepemimpinan tatkala satu hendak pergi pulang, terus menyusul datang pemimpin baru membawa perubahan dengan ilmu dan keridhaan-Nya.

Berbekas di hati, menguatkan iman lantaran hebatnya hidayah yang turun dari-Nya. Bukan sekadar rasa, tapi ini cinta. Jalan yang sangat panjang serasa ternikmati pula dengan iman yang menancap di hati, ukhuwah yang tak pernah mati, bahkan perjuangan yang tak lepas dari pengorbanan.

Bumi ini telah dijadikan pijakan para penggiat dakwah untuk menebar aroma surga, menghapuskan segala bentuk penindasan. Jika aku diperkenankan oleh Tuhan untuk memilih bagaimana cara mengakhiri hidup, maka akan aku tempatkan hatiku kepada perjuangan di jalan-Nya dan akan kuakhiri dengan dua kalimat suci. “Asyhadu an la ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan rasulullah.”

 

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Nurtiyas
Hidup sederhana dan penuh manfaat || Lembaga Dakwah Fakultas Ekonomi Universitas Mh.Thamrin AKA

Lihat Juga

Cover buku "Segarkan Imanmu".

Segarkan Imanmu

Figure
Organization