Home / Berita / Nasional / SBY Nilai Penerbitan Perppu UU Pilkada Sebagai Keputusan Terbaik

SBY Nilai Penerbitan Perppu UU Pilkada Sebagai Keputusan Terbaik

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (jpnn.com)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (jpnn.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya menandatangani dua peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu). Hal itu diceritakan SBY lewat wawancara terbarunya di Youtube.

Dalam video itu, SBY menegaskan Perppu adalah keputusan yang terbaik. Menurut dia, Pilkada secara langsung bisa mengakomodir suara rakyat. Sebaliknya, Pilkada lewat DPRD tidak mengakomodir suara rakyat.

“Tujuannya jelas, kepentingannya jelas. Saya tidak setuju kalau pilkada ini berubah menjadi yang semula pilkada langsung, kemudian menjadi dipilih DPRD,” kata SBY, Kamis (2/10/2014).

Menurut dia, sejak rencananya mengeluarkan Perppu itu, banyak pihak yang mengajukan opsi dari berbagai kalangan. Dimana dia diminta untuk membiarkan, namun hal itu bukan solusi.

“Ada yang mengatakan tidak perlu ditandatangani sebagai bentuk protes presiden terhadap apa yang ditetapkan oleh DPR RI. Nah, kalau itu yang saya pilih, undang-undang mengatakan, meskipun presiden tidak menandatangani draft RUU yang telah diputuskan oleh DPR itu, maka dalam waktu 30 hari akan berlaku juga,” ujar dia.

“Terus yang kedua, mirip dengan itu. Saya diminta untuk tidak menandatangani, kemudian harapannya presiden baru Pak Jokowi juga tidak menandatangani. Karena itu kan produk DPR yang lama, presidennya pun presiden lama. Jadi kalau presiden baru tidak menandatangani, otomatis gugur,” sambung SBY.

Menurut dia, opsi kedua itu juga diperdebatkan oleh para ahli hukum dan tata negara. “Risikonya besar untuk terjadi seperti itu. Oleh karena itulah, itu pun juga tidak saya pilih,” kata dia.

Dengan begitu, ia berpendapat langkah yang diambil sudah tepat. “Satu-satunya opsi yang tersedia bagi saya adalah menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang. Jadi itu yang saya pilih,” ujarnya.

Sebelumnya SBY menggelar jumpa pers di Istana Negara Kamis (2/4/2014) malam. Ia didampingi oleh sejumlah menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu II antara lain Menkum HAM Amir Syamsuddin, Mendagri Gamawan Fauzi, Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Perekonomian Chairul Tanjung, dan Jaksa Agung Basrief Sarief. (inilah/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Jokowi Akan Gabung di TPP, Ini Pendapat SBY