Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Apa Itu Percaya Diri?

Apa Itu Percaya Diri?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi – Perempuan berkerudung. (flickr.com / Zarfique Blindgraphique)

dakwatuna.com Seperti yang telah kita ketahui bersama, percaya diri adalah sebuah sikap yang muncul dari dalam diri kita, mempengaruhi pola berpikir, dan akan terlihat dari tingkah laku yang kita tunjukkan. Kadar percaya diri dalam setiap orang berbeda-beda, namun kesamaan prinsip dan patokan nilai-nilai yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari biasanya membuat keberadaan percaya diri itu terlihat hampir sama di setiap pemahaman.

Percaya diri tidak akan pernah bisa hadir dalam diri sampai kita paham dengan diri kita. Sebenarnya memang hanya kita yang bisa memahami diri kita, tentang bagaimana kita berpikir, tentang bagaimana kita merasa, dan tentang bagaimana kita berperilaku. Apakah dengan memahami diri maka percaya diri itu akan muncul? Tentu saja tidak, menumbuhkan kepercayaan diri bukanlah suatu perkara yang gampang. Banyak substansi yang harus kita ketahui agar bisa meyakinkan diri kita bahwa kita adalah orang yang memiliki rasa percaya diri atau tidak.

Langkah awal yang harus dibangun dalam memahami keberadaan percaya diri adalah pemahaman kita akan konsep diri. Nah, sebelumnya kamu juga harus tahu, bahwa konsep diri itu merupakan gambaran umum yang menjadi dasar bagi kita untuk mengarahkan ke mana tujuan hidup. Konsep itu akan menjadi bingkai dalam setiap pikiran dan tindakan. Tumbuhnya konsep diri pada seseorang dipengaruhi oleh banyak hal, di antaranya:

Peran yang dimainkan. Konsep diri akan terbentuk apabila kita sadar posisi apa yang sedang kita geluti dalam kehidupan ini. Peran sosial yang dipegang seseorang berkonstribusi besar mengarahkan orang itu bertingkah laku. Sejatinya, peran seseorang dalam lingkungan kehidupannya akan mengajarkan orang itu memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi akan tugas dan kewajibannya dalam menjalankan peran itu.

Identitas sosial yang dibangun. Kita tentu hidup dalam ligkungan bersama, bukan? Interaksi dengan banyak orang telah membuat kita menjadi manusia yang memiliki peran. Keluarga adalah tempat pertama yang menjadi wadah dan memberikan kita peran, selanjutnya ada lingkungan sekolah, tempat kerja, sebuah organisasi, dan lain sebagainya yang memberikan kita peran berbeda di setiap kondisinya. Secara tidak langsung sebenarnya diri kita telah terbiasa memainkan peran ganda, akan sangat otomatis sekali berganti jika kita berada dalam situasi berbeda. Nah, peran yang kita mainkan ini akan membentuk kita sebagai makhluk yang memiliki identitas sosial. Identitas sendiri sebenarnya cikal bakal yang ada didiri kita sebagai pembeda antara kita dengan orang lain.

Membandingan diri dengan orang lain. Biasanya, hidup dalam lingkungan yang kompleks dengan berbagai peran yang digeluti akan membuat kita bisa membedakan mana yang diri kita dan mana yang diri orang lain. Konsep diri akan mudah sekali dipahami jika kita mengerti bagaimana kita dalam lingkungan kita dan bagaimana orang lain dalam lingkungan yang sama. Membandingkan bukan berarti mencari siapa yang lebih baik. Dalam hal ini membandingkan hanya bertujuan untuk memposisikan apakah peran yang kita emban telah sesuai dengan identitas sosial kita. Jika seandainya ada ketimpangan antara hal itu, sulit untuk memberi wadah terbangunnya konsep diri dalam jiwa kita.

Kesuksesan dan kegagalan. Apa-apa yang telah berhasil kita lakukan dan apa-apa yang tidak berhasil kita lakukan akan memberikan gambaran tentang di mana letak kelebihan dan kelemahan kita. Mengenali diri mestilah harus melewati tahap memahami apa kelebihan dan kelemahan diri. Tentunya tidak gampang menemukan di mana letak kelebihan dan kelemahan diri itu. Mengetahui apa minat atau bakat adalah salah satu tanda bahwa kita paham di mana sisi kemampuan kita. Terkadang ada sulitnya menemukan apa saja yang menjadi keahlian kita, namun jangan khawatir, keterlibatan kita dalam kegiatan organisasi atau di luar rutinitas normal seperti bekerja ataupun sekolah akan sangat membantu sekali penumbuhan potensi dalam diri kita.

Pandangan orang lain mengenai diri kita. Tidak hanya faktor-faktor yang ada dalam diri saja sebenarnya yang bisa mempengaruhi konsep diri itu. Pandangan orang lain mengenai siapa dan bagaimananya diri kita juga hal yang sangat penting untuk mengetahui bagaimana kita di mata orang lain. Kita hidup tidak sendirian, bukan? Percaya diri tidak bisa mekar begitu saja jika lingkungan luar tidak mendukungnya dengan baik. Penilaian orang lain akan sangat memberikan dampak pada kepercayaan diri kita. Untuk itu, berlakulah seperti apa yang seharusnya dilakukan, berkatalah sesuai dengan norma dan aturan, hingga orang tidak akan pernah menilai kita dengan penilaian yang buruk. Karena tentu penilaian buruk akan mengubur dalam-dalam rasa percaya diri yang ada. Bagaimana mungkin kita akan percaya diri sementara orang sudah menganggap kita dengan anggapan yang tidak baik.

Beberapa hal di atas adalah aspek yang mungkin bisa memengaruhi konsep diri seseorang. Meski tidak mutlak kesemua aspek tersebut harus terpenuhi. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, konsep diri yang ada akan sangat mendukung sekali bagaimana cara orang itu membawa diri dalam lingkungannya sehingga bisa terlihat kemampuannya dalam mengembangkan kepercayaan dirinya.

Ada satu hal yang selama ini membuat orang keliru dengan makna percaya diri. Konsep yang tertanam cenderung mengidentikkan percaya diri dengan sikap masa bodoh, tidak peduli dengan anggapan orang lain, yang penting nyaman menjadi diri sendiri. Padahal masa bodoh dan percaya diri itu sangat tidak berdekatan. Dalam sikap masa bodoh kita akan mendapati bahwa kepercayaan terhadap apa yang dilakukan diri itu selalu benar terlalu besar, sehingga kebanyakan orang yang masa bodoh menghiraukan pandangan atau nasihat dari orang lain yang padahal peduli dengannya. Namun, orang yang percaya diri tidak demikian, dia tidak menutup diri dari datangnya masukan yang mengarahkannya pada suatu hal yang lebih baik.

Orang yang percaya diri bukanlah orang yang masa bodoh pada lingkungannya karena merasa telah terlalu yakin pada dirinya sendiri, sehingga seenaknya melakukan apa pun yang ia mau. Justru, orang percaya diri itu adalah orang yang dengan sikap yakin terhadap dirinya mampu memposisikan dirinya secara tepat dalam lingkungan.

Kamu pasti tidak suka melihat orang yang terlalu yakin terhadap apa yang dilakukannya itu selalu benar dan merasa masukan dari orang lain itu tidak penting, bukan? Nah, begitu juga orang lain, mereka akan merasa tidak nyaman jika kamu berlaku seperti itu. Karena sungguh percaya diri bukan membuat orang bertingkah demikian.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Zerry Izka
Mahasiswi Psikologi Unand. Ingin menjadi penulis inspiratif. Saat ini sedang menggarap satu buku nonfiksi bergenre psikologi, dan 2 novel.

Lihat Juga

Korban Jiwa Bom Bunuh Diri di Turki Meningkat 95 Orang