Home / Berita / Daerah / FUUI: Ada 90 Titik Rawan Pemurtadan di Jabar

FUUI: Ada 90 Titik Rawan Pemurtadan di Jabar

Ketua Forum Ulama Umat Indonesia, KH.Athian Ali - (Foto: seputarriau.com)
Ketua Forum Ulama Umat Indonesia, KH.Athian Ali – (seputarriau.com)

dakwatuna.com – Bandung. Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) menemukan setidaknya 90 titik rawan pemurtadan di Jawa Barat (Jabar). Hal ini disampaikan Ketua Umum FUUI, KH. Athan Ali di Bandung, Kamis (2/10).

“Kebanyakan itu daerah pelosok, yang kondisi penduduknya (maaf) orang tidak mampu,” katanya. Dia menuturkan, di Jabar ada dua desa yang sudah luar biasa bahaya kristenisasinya, diantaranya daerah Ciranjang.

Kondisi ekonomi penduduk desa dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk melakukan pemurtadan pondasi akidah masyarakat. Dia menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah maupun kaum muslimin di wilayah rawan pemurtadan tersebut.

“FUUI ini menemukan 90 titik rawan kristenisasi, sejujurnya kita kewalahan,” ungkap Alim Ulama Jabar itu. Tapi, tambah Athan, yang menyedihkan dari sekian banyak titik itu, tidak ditemukan ormas Islam di sana atau tidak ada yang mencoba membela Islam.

Lebih lanjut Athan mengatakan pembangunan masjid di beberapa daerah yang rawan pemurtadan memang diharapkan untuk memperkuat pondasi akidah masyarakat di sekitar. Namun, hal itu hanya menjadi satu dari banyak hal upaya menjaga kekokohan akidah umat muslim.

Athian menyambut baik pembangunan masjid di daerah rawan pemurtadan, dengan harapan akan meningkatkan pondasi akidah masyarakat disana. “Hal yang terpenting adalah bagaimana pembinaan masyarakat pasca dibangunnya masjid tersebut,” pungkasnya. (epp/rol/abr/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abdul Rohim
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Aher Sambut Baik Reaktivasi Kereta Api di Jabar