Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Titik Balik

Titik Balik

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
ilustrasi
ilustrasi

dakwatuna.com Kita sepenuhnya menyadari apa yang ada di dunia ini hakikatnya tidak ada yang abadi. Semua hanya berupa pinjaman dari Allah untuk kita hambanya. Dan Allah lah yang menggenggam hati-hati manusia, Dia yang mampu untuk membolak-balikan hati manusia. Nyatanya hidayahpun tidak lepas dari peran besar Allah bagi umatnya yang pandai bersyukur dengan cara menjalankan apa yang menjadi perintahnya. Sampai di tahap ini kita sadar, tapi mengapa pada akhirnya kita mendustainya?.

Sempatkah kita berpikir, seseorang yang dulu dapat dikatakan kader dakwah dengan jilbab lebar lalu sekarang memendekkannya. Ada pula yang dulu berjilbab sekarang tidak berjilbab. Atau pernah ditemui juga dengan pakaian yang mempertontonkan auratnya dengan bangga karena merasa dirinya terlihat lebih cantik? Naudzubillahi min dzalik. Ikhwah fillah, sungguh fenomena ini tidak asing untuk mata kita melihatnya karena hal tesebut nyata ada di dekat kita. Bahkan mereka bisa jadi adalah sahabat baik kita.

Ketika saya tuliskan hal ini ada rasa sesal dalam diri pribadi, karena ternyata pribadi ini belum mampu untuk melindungi saudari seimanan kita untuk tetap istiqamah. Sulit memang untuk menjaga keistiqamahan itu dan itu memang kembali kepada pribadi diri seseorang tersebut. Lalu di manakah sebenarnya peranan kita?. Di kala itu terlambat sudah saya hanya bisa bungkam.

Belum lama dari banyaknya pemberitaan di media televisi, tentang seorang artis yang berjilbab lalu tiba-tiba membuka jilbabnya bahkan mengupload dirinya di Youtube. Meski banyaknya hujatan yang mengalir, seharusnya kita selaku saudari seimannya tidak ikut menghujat karena kita tidak lebih baik darinya. Dan ancaman godaan setan amatlah besar dapat kapan saja menimpa diri kita. Karena sejatinya wanita memang ingin terlihat cantik dan dipuji banyak orang. Maka bagi seseorang yang kondisi imannya merapuh akan mudah bagi setan untuk membisikkannya ke dalam dada manusia.

Bagaimana cara kita selaku seorang muslimah terhadap muslimah lainnya yang sudah terlanjur seperti itu? Maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah tidak ikut menghujatnya apalagi sampai kita menjauhinya karena merasa mereka sudah tidak lagi dalam lingkaran yang sama. Perilaku menghujat dan menjauhi hanya akan meyakinkan diri saudari kita bahwa mereka tidak lagi layak untuk bersama kita. Hal ini akan semakin sulit untuk kita mengajak mereka kembali.

Hal kedua yaitu sesuai dengan Hadist Riwayat Muslim dari Abu Sa’id Al Khudri radhiayallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran hendaknya dia mengubah dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya sesungguhnya itulah selemah-lemahnya iman” (HR. Muslim).

Berdasarkan hal tersebut maka dengan cara mendoakannya merupakan salah satu cara kita untuk menyentuh hatinya. Karena hanya kepada Allah lah tempat kita berlindung dan memohon. Sempatkanlah dari tiap sujud kita doa terbaik yang bukan hanya untuk diri kita tetapi juga untuk saudara-saudara kita. Semoga dengan penuh harap kepada Allah melalui doa yang terselip dari tiap sujud kita dapat membuat saudari seiman kita kembali kepada jalan kebaikan.

Sedang untuk diri kita pribadi selain melalui doa perlindungan diri tetapi juga tetaplah berada bersama saudari-saudari yang selalu mengingatkan di kala salah serta senantiasa berkumpul dalam kebaikan karena hal tersebut merupakan nikmat yang Allah berikan kepada kita.

About these ads

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Alumni Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa angkatan IV. sekarang menjadi volunteer sebagai Sekretaris KLIPNUS (Klinik Pendidikan Nusantara) menangani Training untuk Guru dan Siswa. serta KLIPNUS memiliki rumah baca yang disebut Kolong Ilmu. beberapa kegiatan kami diantaranya Indonesia Ceria dan Training for Teacher. Semoga Kami senantiasa bermanfaat. Klipnus : Build Better Indonesian Education

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Para Pemuda, di Tengah Dunia yang Terbalik

Organization