Home / Berita / Daerah / Jangan Pakai Kantong Plastik Warna Hitam Untuk Kemas Daging Kurban

Jangan Pakai Kantong Plastik Warna Hitam Untuk Kemas Daging Kurban

Antusias Siswa Sekolah Dasar (SD) menyaksikan penyembelihan hewan kurban. (pikiran-rakyat.com)
Antusias Siswa Sekolah Dasar (SD) menyaksikan penyembelihan hewan kurban. (pikiran-rakyat.com)

dakwatuna.com – Samarinda. Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Samarinda melakukan pemantauan ke sejumlah penjualan hewan kurban di Kota Samarinda untuk memastikan kesehatan dan kelayakan hewan kurban yang dijual. Selain memantau kondisi kesehatan hewan kurban, Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Samarinda juga meminta agar daging hewan kurban yang didistribusikan jangan dikemas dengan plastik berwana hitam.

“Kami meminta agar daging kurban nanti tidak dibungkus kantong plastik hitam sebab kemasan plastik dengan warna yang dimaksud tadi rentan terkontaminasi zat kimia,” kata Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Jumiyanti di Samarinda, Selasa (30/9) lalu.

Jumiyanti meminta, agar daging hewan kurban dikemas dengan plastik warna putih dan tidak mencampur daging dengan organ dalam. “Hal ini penting untuk menghindarkan agar tidak sampai tercemar. Jadi, kalau memang ada bagian organ dalam yang ikut didistribusikan, sebaiknya dipisahkan dalam kantong plastik lain,” katanya.

Selanjutnya, tambah Jumiyanti, daging kurban juga jangan disimpan terlalu lama untuk didistribusikan. “Jangan sampai lewat empat jam sebab jika lewat dari masa tersebut, maka daging kurban sudah masuk dalam tahap proses pembusukan,” ujarntya. Menurutnya, jika panitia kekurangan petugas khusus untuk membagikan hewan kurban sebaiknya penyembelihan dilakukan secara bertahap.

“Atau jika mungkin panitia bisa memanfaatkan atau menggunakan boks berisi es batu sebagai pendingin untuk menjaga keawetan dari daging kurban tersebut,” ucapnya.

Pemantauan dan pengecekan yang dilakukan Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Samarinda untuk memastikan apakah ada indikasi serangan antrax terhadap hewan kurban yang ada di Kota Samarinda. “Hasilnya memang nihil,” ujarnya. namun, Jumiyanti meminta masyarakat jika ingin membeli hewan kurban agar bisa memilih penjual yang memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Samarinda, lanjutnya, akan tetap memantau beberapa titik lokasi pemotongan pada hari “tasyrik” atau tiga hari setelah Idul Adha untuk melihat kondisi kesehatan hewan, khususnya pada bagian organ dalam. “Tujuannya untuk memastikan kesehatan hewan kurban,” pungkasnya. (tar/rol/abr/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 8,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abdul Rohim
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (terasjakarta.com)

Gubernur DKI Jakarta akan Legalkan Peredaran Daging Anjing