Home / Berita / Internasional / Asia / Menkes Yaman: 247 Korban Tewas Konflik Berdarah di Sana’a

Menkes Yaman: 247 Korban Tewas Konflik Berdarah di Sana’a

Pasukan Jamaah Al-Hautsi di Yaman (aljazeera.net)
Pasukan Jamaah Al-Hautsi di Yaman (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Yaman. Menteri Kesehatan Yaman, Ahmad Al-Anasi, dalam keterangan pers pada Selasa (30/9/2014), menyebutkan korban tewas akibat konflik berdarah di Sana’a mencapai 274 orang dan korban terluka mencapai 470 orang, di antaranya wanita dan anak-anak.

Dalam rilis yang dikeluarkan situs Kementerian Pertahanan Yaman, Al-Anasi menyampaikan bahwa tim medis yang ditugaskan untuk mengevakuasi jenazah dan korban terluka akibat bentrok yang terjadi di kawasan barat laut Sana’a tidak melakukan evakuasi dalam dua hari terakhir karena tidak adanya laporan jatuhnya korban baru.

Sebelumnya, mobil-mobil ambulan Kemkes Yaman telah memindahkan 274 jenazah dan 470 orang korban terluka. Ada juga korban tewas lainnya yang telah dikebumikan oleh pihak-pihak bertikai serta korban terluka yang dibawa ke rumah sakit terdekat, terang Al-Anasi.

Jumlah korban tewas dan terluka sebagaimana disebutkan di atas jatuh dalam periode 16 September hingga 21 September lalu, tambahnya.

Dalam hal ini, Sana’a jatuh ke tangan kelompok bersenjata Al-Hutsi pada Selasa, 21 September 2014, yang melakukan pengambil-alihan terhadap sebagian besar institusi strategis di ibukota Yaman tersebut.

Sabotase yang dilakukan kelompok Al-Hutsi tersebut sebagai protes menuntut pergantian pemerintahan serta kenaikan harga BBM di negara Yaman.

Pada hari tersebut, Presiden Yaman, Abdu Rabbihi Mansur Hadi, menandatangani kesepakatan dengan Jamaah Al-Hutsi, dengan dihadiri Utusan PBB untuk Yaman, Jamal bin Umar, perwakilan Al-Hutsi dan sejumlah kekuatan politik di Yaman.

Di antara kesepakatan utama yang dicapai adalah pembentukan pemerintahan teknokrat dalam waktu satu bulan, penunjukan penasehat presiden dari Jamaah Al-Hutsi, normalisasi harga BBM kembali.

Sejak mengambil-alih Sana’a, Jamaah Al-Hutsi menempatkan personilnya ke sejumlah titik strategis di kota tersebut di tengah lumpuhnya kekuatan polisi dan militer. (aljazeera/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Ini Alasan Mengapa Syiah Gembira Dengan Kemenangan Trump