Home / Berita / Internasional / Amerika / Apa Agama Amal Alamuddin, Istri George Clooney?

Apa Agama Amal Alamuddin, Istri George Clooney?

Pernikahan George Clooney dan Amal Alamuddin di Venesia (BBC)
Pernikahan George Clooney dan Amal Alamuddin di Venesia (BBC)

dakwatuna.com – Venesia. Pernikahan artis Hollywood, George Clooney, Senin (29/9/2014) menjadi informasi yang sedang ramai diberitakan. Kebanyakan media mengangkatnya karena pria ganteng ini sudah berkali-kali ganti pasangan dan sempat bersumpah tidak akan menikah lagi.

Namun ada hal lain yang menarik perhatian pembaca di kalangan umat Islam, yaitu istrinya kali ini, Amal Alamuddin. Sekilas dari namanya dan tempat kelahirannya, yaitu Lebanon, banyak orang mengira kalau pengacara internasional dan penasihat hukum mantan sekjen PBB Kofi Annan untuk Syria, ini adalah seorang Muslimah. Alamuddin ternyata beragama Druze.

Druze adalah sebuah kelompok agama yang ada di Lebanon, Suriah, dan Yordania. Penganut ajaran ini mengaku sebagai sempalan dari agama Islam. Tapi keyakinan-keyakinannya yang sangat menyimpang dari agama Islam, kebanyakan ulama menyatakan bahwa mereka bukan umat Islam.

Dalam sejarah, seperti dimuat Islamway.net, Druze adalah salah satu gerakan kebatinan yang memperlihatkan diri sebagai umat Islam padahal memusuhi Islam. Mereka kadang memperlihatkan sikap ruhani yang tinggi, zuhud, mencintai keluarga Rasulullah dan perhatian kepada Islam. Dalam sejarah, ketika mendapat kekuasaan atau perhatian dan dukungan dari penguasa, mereka akan memperlihatkan diri mereka yang sebenarnya.

Di antara keyakinan Druze yang sangat menyimpang adalah kepercayaan mereka bahwa Allah Ta’ala menitis pada Ali bin Abi Thalib, kemudian juga kepada anak cucunya. Mereka juga meyakini bahwa para pemimpin mereka ma’shum (tidak mungkin berbuat dosa) seperti para nabi.

Dalam masalah memahami agama, mereka meyakini bahwa Al-Quran memiliki lahir yang bisa dipahami oleh para ahli tafsir, dan juga memiliki batin yang hanya bisa dipahami oleh para pemimpin mereka.

Dalam hal ibadah, kewajiban shalat bukanlah mendirikan shalat lima waktu, melainkan mengetahui dengan pasti rahasia-rahasia diri mereka sendiri. Sedangkan puasa adalah menyembunyikan rahasia-rahasia mereka. Haji mereka juga tidak ke Makkah, seperti yang diperintahkan Rasulullah, tapi ke syaikh-syaikh mereka yang disucikan. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 7,36 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Rohingya

Melalui Resolusi DK PBB Pemerintah Myanmar dapat Diseret ke Mahkamah Pidana Internasional